Opini

Jumat 02 April 2021 | 09:11 WIB

Laporan: Abdul

PEREKONOMIAN WARGA CILEDUG MENURUN DITENGAH PANDEMI

Debi Avisena Mahasiswa TI UNPAM

Oleh : Debi Avisena (Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang)

Sebuah penelitian perekonomian pada saat masa pandemi covid 19 menyebutkan bahwa perekenomian warga ciledug berdampak buruk disaat masa pademi dikarenakan ada nya pengurangan karyawan, adanya keterbatasan waktu pada sistem perdagangan, adanya penutupan akses perdagangan, keterbatasan penumpang angkutan umum, sehingga para pedagang, supir dan pekerja berdampak buruk dalam keuangan.

Maka dari itu masyarakat sangat mengharapankan bantuan dari pemerintahan pada saat masa pandemi seperti sekarang ini. Pemerintahan telah mengeluarkan bantuan yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk membantu masyarakat miskin untuk tetap memenuhi kebutuhan hariannya, dan ada juga bantuan Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil Menengah (BLT UMKM) yaitu bantuan untuk para pedagang kecil yg layak untuk diberi bantuan BLT UMKM bahkan bantuan Kartu Prakerja untuk para karyawan yang telah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pencari kerja yang tidak sedang kuliah.

Namun bantuan-bantuan tersebut masih tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat khususnya di wilayah Ciledug, karena perkenomian sulit tetapi harga-harga produk masih sangat tinggi dan terus merangkak naik. Padahal sebelum pandemi Covid-19, semua usaha berjalan normal, penjualan meningkat seiring dengan peningkatan pelanggan, baik pelanggan lama maupun penambahan pelanggan baru misalnya usaha perdagangan, industry maupun pertanian.

Akan tetapi sebagian warga ciledug tidak kehabisan ide dalam menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini, dimana kemajuan teknologi informasi sedikit mampu memberikan angin segar salah satunya adalah dalam pemanfaatan smartphone. Warga Ciledug yang mampu mengoperasikan computer & smartphone lebih banyak menjalankan aktifitas penjualanannya ke sistem penjualan online, seperti  : Shoppee, Lazada, Tokopedia, Buka Lapak, Instagram atau penjualan online lainnya.

Cara ini dipilih karena selain teknologi informasi mampu memperbaiki perekonomian masyarakat dimasa pandemi Covid 19 juga sesuai dengan anjuran pemerintah dimana menjaga jarak adalah upaya ampuh dalam mencegah penyebaran virus. Sehingga peran teknologi informasi sangat penting khususnya dalam bisnis di masa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini karena mampu mempermudah dan memperluas para calon pembeli dalam mencari produk yang diinginkan tanpa harus anteri apalagi berkerumun. Sehingga pada akhirnya sistem teknologi informasi ini bisa membantu kondisi ekonomi masyarakat salah satunya dalam sistem penjualan online karena selain dapat mengurangi biaya operasional, sistem penjualan online juga sangat mudah dikerjakan bahkan cukup dari rumah saja.

*) Segala isi tulisan yang dikirim oleh penulis sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Comment