Opini

Jumat 29 Mei 2026 | 22:22 WIB

Laporan: Khotib

Kenaikan Harga Bahan Pokok Dan Tekanan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Amelia Dwi Wahyuni (Mahasiswi UNPAM Prodi S1 Manajemen)

By: Amelia Dwi Wahyuni (Mahasiswi UNPAM Prodi S1 Manajemen)

Kenaikan harga bahan pokok di Indonesia sering menjadi masalah yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Hampir setiap tahun, apalagi ketika menjelang perayaan hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, telur, dan daging mengalami kenaikan harga yang sangat tidak wajar. Menurut saya, kondisi ini bukan hanya sekedar masalah pasar biasa, efek yang ditimbulkan tidak hanya pada sektor rumah tangga berpendapatan rendah saja, melainkan pada tingkat inflasi nasional. Perekonomian Indonesia memilik banyak tantangan, terutama dalam menjaga stabilititas harga dan kesejahteraan masyarakat kecil.

Bagi masyarakat menengah kebawah kenaikan harga bahan pokok sangat terasa dampaknya karena kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari mereka. Apalagi ketika harga beras atau minyak goreng naik masyarakat harus tetap membelinya karena barang tersebut termasuk kebutuhan pokok yang sulit digantikan. Kondisi tersebut berakibat pada peningkatan beban biaya hidup yang semakin melonja, sehingga kemampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan jadi berkurang dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena harga barang semakin mahal, sementara pendapatan masyarakat tetatp atau tidak bertambah.

Menurut saya kenaikan harga bahan pokok tidak hanya berdampak pada masyarakat biasa, tetapi juga kestabilan ekonomi negara. Ketika masyarakat hanya fokus membeli kebutuhan pokok saja, sektor usaha lain ikut terkena dampaknya. Pedagang pasar bisa kehilangan pembeli, warung kecil menjadi lebih sepi, hingga pelaku UMKM bisa mengalami penurunan pendapatan karena masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya untuk kebutuhan paling penting saja. Dalam jangka panjang masalah ini bisa mengurangi pertubuhan ekonomi. Jika daya beli masyarakat turun, maka aktivitas ekonomi juga melambat.

Salah satu penyebab utama naiknya harga bahan pokok adalah terganggunya rantai disribusi dan meningkatnya biaya produksi. Ketika harga BBM mengalami kenaikan atau nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, berakibat pada biaya transfortasi dan bahan baku ikut meningkat. Hal tersebut membuat para pedagang harus menaikan harga jual supaya tetap bisa  mendapatkan keuntungan. Kondisi seperti ini biasanya paling sering terjadi di daerah-daerah yang jauh dari pusat distribusi. Akibat biaya tranfortasi yang mahal, harga bahan pokok di beberapa daerah bisa lebih tinggi di bandingkan daerah lainnya.

Menurut saya, penanganan kenaikan harga bahan pokok di Indonesia masih sering bersifat sementara belum menyelesaikan masalah utamanya. Ketika harga mulai mengalami kenaikan pemerintah biasanya melakukan operasi pasar atau memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Namun langkah tersebut hanya membantu sementara waktu, tetapi belum bisa mengatasi akar masalahnya. Kerana setelah beberapa waktu harga bahan pokok akan kembali naik dan masyrakat kembali mengalami kesulitan. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia membutuhkan solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan sesaat, ketika masyarakat sudah ramai memperbincangkan masalah tersebut.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga kestabilan harga bahan pangan. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dijelaskan pemerintah negara memiliki kewajiban menjaga  ketersediaan pangan dan stabilitas harga pangan agar masyarakat dapat memperoleh makanan dengan harga yang terjangkau. Undang-Undang ini  juga menegaskan  bahwa negara harus melindungi masyarakat dari masalah pangan dan memastikan kebutuhan dasar rakyat tetap terpenuhi.

Tetapi faktanya, masyarakat masih sering menghadapi harga pangan yang tidak stabil, kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan dan masalah distribusi barang. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki ketergantungan besar terhadap sistem distribusi dan produksi yang belum stabil. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara  dengan sumber daya melimpah. Negara yang kaya hasil pertanian justru sering mengalami masalah harga pangan.

Menurut saya, solusi jangka panjang untuk mengatasi kenaikan bahan pokok tidak cukup hanya dengan operasi pasar atau bantuan sementara kepada masyarakat. Pemerintah perlu meningkatkan hasil pertanian supaya kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi tanpa bergantung pada bahan impor. Selain itu, proses pengiriman barang ke setiap daerah juga harus diperbaiki agar harga bahan pokok merata dan tidak berbeda jauh antar daerah. Pemerintah juga harus menjaga nilai rupiah agar tetap stabil karena dapat memengaruhi harga barang dan biaya kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah juga perlu membantu petani lokal, selama ini banyak petani yang mengalami kerugian karena biaya pupuk dan produksi naik, sementara harga hasil panen tidak sesuai dengan modal yang telah dikeluarkan. Kesejahteraan pangan tidak hanya bergantung pada stok barang, tapi juga pada kesejahteraan petani sebagai produsen. Masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi. Masyarakat harus lebih bijak saat berbelanja tidak membeli barang secara berlebihan dalam jumlah besar karena panik, menyebabkan barang cepat habis dan harga semakin mahal.

Perlu kita pahami bahwa kenaikan harga bahan pokok di Indonesia bukan hanya berasal dari masalah harga, tetapi juga berkaitan dengan kondisi perekonomian negara. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, menurunkan daya beli, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan menimbulkan masalah sosial. Kerena itu, pemerintah perlu lebih serius dalam menjaga ketahanan pangan  dan memperbaiki system distribusi agar harga tetap stabil. Jika masalah ini terus dianggap biasa, maka ekonomi Indonesia akan semakin sulit berkembang secara stabil dan masyarakat kecil akan terus menjadi pihak yang sering dirugikan.

Comment