Opini

Selasa 19 Oktober 2021 | 15:09 WIB

Laporan: Wahdatun Naimah

Pentingnya Database Dalam Bisnis

Wahdatun Naimah, Mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang.

Istilah database sudah tak asing lagi di telinga bagi sekelompok orang terutama yang bergelut didunia bisnis atau perkantoran, karena database bukan hal baru, penggunaan database ini sangat diperlukan untuk bisnis, baik bisnis berskala besa maupun yang berskala kecil dan menengah. Bisnis berskala besar sendiri memiliki arti usaha dengan jumlah kekayaan bersih dan hasil penjualan lebih besar dari usaha menengah. Bisnis berskala kecil berarti bisnis yang di bangun dengan investasi, dana, atau modal yang nilainya lebih kecil, begitu pula dengan bisnis berskala menengah berarti usaha yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha, tetapi bukan perusahaan besar atau cabang perusahaan besar. 

Database adalah kumpulan data yang dikelola sedemikian rupa berdasarkan ketentuan tertentu yang sering berhubungan sehingga mudah dalam pengelolaannya. Melalui pengelolaan tersebut kita dapat memperoleh kemudahan dalam bisnis contohnya seperti kemudahan dalam mencari informasi, menyimpan informasi, dan membuang informasi.

 Apalagi dimasa pandemi covid-19, biasanya banyak orang yang melakukan bisnis online. Contoh sederhananya yaitu online shop atau biasa disebut toko online, seperti yang saat ini banyak digunakan yaitu lazzada, shoppy, tokopedia, dll. Hal ini membantu pemilik bisnis untuk mengorganisir semua informasi mengenai akun, kontak, calon konsumen. Sebuah database dapat merekam data konsumen, tanggal pembelian terakhir, jumlah pembelian, dan produk yang di beli.

Dengan adanya database ini para penjual sampai rela mengeluarkan dana untuk mengumpulkan database yang di lakukan para penjual untuk mengumpulkan database yaitu dengan cara beriklan, memberikan diskon dan promo yang lebih murah, menguntungkan para konsumen. Hal ini dilakukan agar penjual mendapatkan data dan konsumen mendapatkan untung.

Beberpa kegunaan-kegunaan database dalam dunia bisnis yaitu :

1. Sarana Edukasi. Jika penjual memiliki database, penjual bisa memberikan edukasi kepada pelanggan, kita dapat mengenalkan produk kita agar pelanggan tertarik pada produk yang kita jual.

2. Membangun kedekatan dengan konsumen. Database juga sebagai sarana untuk membangun kedekatan penjual dengan konsumen. misalkan dengan cara meberikan diskon kepada produk yang kita jual, memberikan give away. Itu dilakukan agar konsumen menjadi pelanggan setia.

3. Sarana survey. Database bisa d jadikan saran survey, kita dapat meminta saran dan pendapat konsumen melalui kolom komentar, agar penjual mengetahui kepuasan, kekecewaan atau keinginan mereka. hal ini dilakukan agar penjual bisa melakukan tindakan yang lebih baik untuk konsumen.

4. Sarana Untuk Berjualan. Selanjutnya database juga sebagai sarana untuk berjualan, penjual dapat mengirimkan penawaran penawaran menarik pada calon konsumen. hal ini dapat membantu kenaikan omset pada penjual.

Jadi mulai sekarang mulailah mengumpulkan database, karna dengan database kedepannya akan lebih mudah memanfaatkan data untuk kepentingan bisnis. Maka dari itu pembisnis harus mengetahui bagaimana keinginan dan tren yang saat ini konsumen butuhkan. Bisa juga dengan mempromosikan menggunakan sosmed (sosial media) seperti facebook, instagram, hal ini memudahkan bisnis anda dikenal lebih luas. Bisa juga dengan menggunakan reseller atau agen yang nantinya dengan adanya reseler atau agen yang profesional bisnis kita juga akan dikenal luas.

*Penulis adalah Mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang

*Segala bentuk isi tulisan menjadi tangung jawab penulis

Comment