Opini

Kamis 14 Oktober 2021 | 19:55 WIB

Laporan: Nur Hafifah

Perlindungan Sistem Informasi di Indonesia dari Bahaya Hacker

Nur Hafifah. Mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang,

Keamanan informasi adalah perlindungan informasi dari segala bentuk ancaman yang dapat merugikan beberapa pihak terkait. Ancama ini dapat berupa pengambilan data tanpa izin, perubahan atau penggunaan data secara illegal, kegagalan dalam memasukan data ke sistem, dan kesalahan yg dilakukan oleh manusia. Saat ini informasi sangat mudah didapatkan juga di sebarkan oleh masyarakat umum. Sangat penting bagi organisasi atau individu untuk melindungi data atau informasi yang dianggap sangat bernilai. Akan tetapi banyak individu atau bahkan organisasi yang belum sadar pentingnya perlindungan terhadap system informasi. Mereka masih menganggap kemanan informasi tidak terlalu penting sehingga mereka tidak menyadari bahwa banyak ancaman yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Suatu perusahaan penting melindungi sistem informasinya agar data-data penting yang menyangkut perusahaan tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Misalnya suatu perusahaan tidak memiliki perlindungan terhadap sistem informasi maka sangat mudah bagi lawan bisnisnya untuk mengetahui internal dari perusahaan tersebut sehingga bukan hal yang susah untuk perusahaan tersebut ditumbangkan oleh pesaingnya.

Salah satu bentuk dalam perlindungan sistem informasi ini adalah dengan keamanan komputer atau IT security. Keamanan komputer adalah segala usaha yang dilakukan untuk melindungi user atau pengguna komputer dari berbagai serangan atau mendeteksi tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam sistem komputer. Cara yang banyak dilakukan untuk meningkatkan          IT security ini yaitu dengan membatasi akses terhadap komputer seperti menggunakan laptop pribadi saat ingin membuka file penting, menggunakan perangkat keras sesuai dengan prosedur agar sistem informasi tetap selalu aman dan gunakan strategi pemrograman yang tepat dan sesuai.

  1. alah satu dampak kejahatan dari komputer yang dapat membahayakan keamanan informasi suatu individu atau organisasi adalah hacker. Hacker itu sendiri adalah orang yang memiliki keahlian program yang sangat luar biasa karena bisa masuk ke sistem komputer orang lain atau organisasi. Tujuan dari aksinya yaitu menuari atau mengakses berbagai data untuk diperjualbelikan yang mana tidakannya tersebut termasuk illegal karena merugikan pihak tertentu.  
Kejahatan hacker yang sering terjadi adalah mencuri data kemudian memperjual belikan data tersebut. Contoh kasusnya yaitu penjualan data BPJS. Hacker mengambil data peserta atau anggota BPJS yang berisi data pribadi seperti NIK atau nomor ponsel dan sebagainya. Data tersebut bisa bocor dikarenakan hacker masuk kedalam aplikasi data pribadi secara illegal. Contoh kasus lainnya hacker dapat membobol sistem keamanan internal nasabah bank untuk menghilangkan atau menarik nominal uang nasabah tersebut dalam jumlah yang besar. Sehinnga merugikan beberapa pihak. Di Indonesia perlindungan terhadap kemanan informasi masih sangat mudah untuk mendapatkan ancaman atau serangan, karena masih kurangnya sistem keamanan yang memadai. Bahkan bisa di katakan sistem perlindungan informasi diIndonesia masih kalah dengan kemampuan skill para hacker yang bisa sangat mudah masuk kedalam sistem keamanan di indonesia. Maka perlu peran pemerintah untuk turun tangan dalam membentuk suatu organisasi untuk melindungi negara dari berbagai bahaya ancaman sistem informasi. Salah satu bidang yang harus mendapat perlindungan sistem informasi ini adalah e-commerce. Karena dalam e-commerce banyak masyarakat yang melakukan transaksi, yang mana bila keamanan e-commerce rendah maka pasti akan menurunkan daya minat beli masyarakat yang justru akan menurunkan ekonomi Indonesia.

Perlindungan sistem informasi ini dapat terwujud dengan kontrol operasional yang harus diiringi dengan peraturan juga berbagai metode manajemen yang tepat. Sistem manajemen keamanan informasi adalah sistem mannajemen yang digunakan suatu organisasi yang memiliki tujuan untuk melindungi informasi yang dianggap sangat penting dan bernilai dari berbagai ancaman yang bisa saja datang. Perlindungan keamanan data juga memiliki level, semakin penting informasi tersebut tentu saja semakin ketat sistem keamanan tersebut. Tetapi bukan berarti informasi yang memiliki sistem keamanan ketat sudah pasti aman, kejahatan komputer memiliki banyak cara untuk meretas sistem keamanan informasi tersebut.

Sistem manajemen perlindungan informasi sangat perlu digunakan oleh individu atau organisasi agar informasi dapat dikelola dengan sesuai. Adanya kebiasaan baru yang diakibatkan oleh pandemi ini mengubah berbagai kebiasaan kita dalam berkativitas bahkan bekerja menjadi lebih efesien, seperti bekerja dapat dari rumah kemudian berbelanja juga bisa dari rumah bahkan sekolah pun kita bisa dari rumah. Maka dari itu kita sebagai masyarakat harus sadar betapa pentingnya perlindunngan terhadap sistem keamanan informasi agar kita bisa mengetahui langkah apa saja yang dapat kita lakukan untuk melindungi atau mengelola data yang kita miliki dengan tepat. Tujuan inti dari perlindungan sistem adalah kerahasiaan, ketersediaan dan integritas

*Penulis adalah Mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang

*Segala bentuk isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis

Comment