Buku

Kamis 03 Juni 2021 | 20:35 WIB

Laporan: imam

MEMEPERKUAT WAWASAN NUSANTARA

pendidikan kewarganegaraan

Konsep dan Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara dapatdibedakan dua pengertian yakni pengertian entinologis dan terminology. Secara entinologi kata wawasan nusantara berasal dari dua kata wawasan dan nusantara. Wawasan dari kata wawas ( bahasa jawa ) yang artinya pandangan sementara. Kata kata nusantara merupakan gabungan dari kata nusa yang berate pulau dan antara. Kata nusantara sendiri secara historis bermula dari sumpah pemuda dari patih gajah mada yang di ucapkan dalamm upacara pengangkatannya sebagai raja majapahit tahun 1336 M, tertulis dalam kitap pararatan. Pengertian terminologis adalah pengrtian yang dihubungkan dengan konteks istilah tersebut dikemukakan untuk membangun semangat kebangsaan dan cinta tanah air, meskipun tampak bahwa wilayah Indonesia itu terdiri dari banyak pulau dengan lautan yang luas kita memandang wilayah Indonesia itu tetap merupakan suatu kesatuan sebagai satu wilayah. Wawasan nusntara memiliki perannan penting untuk mewujutkan persepsi yang sama bagi seluruh warga Negara Indonesia atara kelompok dan konteks sosiologi, politis serta pantangan yang harus dihindari adalah perbuatan tindakan yang menaggapi norma nomrma, etika, moral, nilai agung, atau tindakan anarkis menuju kearah disentegrasi bangsa. Namun demikian kewilayahan tidak dapat di ganggu gugat sebagi harga mati yang normative. Urgensi Wawasan Nusantara Wawasan nusantara sangat penting,berfungsi sebagai panduan dan pedoman dasar bagi penyelenggaraan bagi kehidupan yang memberikan motivasi dorongan untuk mencapai tujuan, juga melandasi perjuangan bangsa indonesia untuk bersatu dalam mencapai tujuan nasional secara utuh, menyeluruh dan terpadu. Maka untuk menjamin agar kesatuan Indonesia selalu terpelihara, bangsa Indonesia melahirkan Wawasan Nusantara. Pandangan itu adalah satu konsepsi geopolitik dan geostrategi yang menyatakan bahwa Kepulauan Nusantara yang meliputi seluruh wilayah daratan, lautan dan ruang angkasa di atasnya beserta seluruh penduduknya adalah satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan-keamanan.

Alasan Perlunya Wawasan Nusantara

a). Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan yang mempunyai kesatuan kecakupan politik, keatuan ekonomi, kesatuan social, dan politik, keatuan pertahanan keamanan. b). Wawasan nusantara sebagai pertahanan dan keamanan Negara merupakan gopolotik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan bangsa. c). Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan sehingga dalam pembahasan Negara agar tidak terjadi sengketa dengan tetangga.

Sumber historis, sosiologis, dan politik tentang wawasan nusantara.

a. Sumber Historis Lahirnya konsepsi wawasan nusantara bermula dari Perdana Menteri Ir. H. Djuanda Kartawidjaja yang pada tanggal 13 Desember 1957 mengeluarkan deklarasi yang selanjutnya dikenal sebagai Deklarasi Djuanda. b. Sumber Sosiologis, Berdasar pada kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia, wawasan nusantara yang pada awalnya berpandangan akan "kesatuan atau keutuhan wilayah" diperluas lagi sebagai pandangan akan "persatuan bangsa". Bangsa Indonesia tdak ingin lagi terpecahpecah dalam banyak bangsa. Untuk mewujudkan persatuan bangsa itu dibutuhkan penguatan semangat kebangsaan secara terus menerus. Semangat kebangsaan Indonesia sesungguhnya telah dirints melalui peristwa Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, ditegaskan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dan berbasil diwujudkan dengan Proklamasi Kemerdekaan bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945. Oleh karena itu, jauh sebelum Deklarasi Djuanda 1957, konsep semangat dan kesatuan kebangsaan sudah tumbuh dalam diri bangsa.

Dinamika Dan Tantangan Wawasan Nusantara

Dengan adanya konsepsi wawasan nusantara menjadi sangat luas dan beragam isi flora dan fauna menjadi sangat luas serta penduduk yang memahami willayah itu, namun demikian lisensi wawasan nusantra yang mengajak seluruh warga Negara untuk memandang luasnya wilayah dankeberagaman yang ada di dalamnya sebagai satu kesatuan. Dinamika yang berkembang itu misalnya jika pada masa lalu penguasa wilayah dilalkukan dengan pendidikan militer maka sekarang lebih di tekan pada upaya perlindungan dan pelestarian alam di wilayah tersebut, tantangan yang berubah misalnya perubahan dari kesejahteraan kolonialisme menjadi kejahatan dunia maya

 Penulis ; Imam balada (201011400667) - Miftahul Ulum (201011400670) - Muhammad Rafi'ul Fajar (201011402127

Comment