Politik
Jumat 28 Oktober 2016 | 16:48 WIB
Laporan: Fahreza Rizky
PC IMM se-DKI Tuntut Tegaknya Kedaulatan Ekonomi dan Laksanakan Amanat UUD 1945
Visione.co.id, Jakarta - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se-DKI Jakarta menggelar refleksi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda pada hari ini, Jumat (28/10) di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, mereka menuntut tegaknya kedaulatan ekonomi dan dilaksanakannya amanat UUD 1945.
Masalah kedaulatan ekonomi dan pelaksaan amanat UUD 1945 menyangkut reklamasi teluk Jakarta dan teluk Benoa, mengusut tuntas kasus kematian aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir dan meminta pemerintah menghentikan aktivitas utang luar negeri.
"Kondisi ekologi yang memprihatinkan mengakibatkan bencana alam disana-sini akibat ekologi yang makin hari makin rusak parah. Reklamasi teluk Jakarta dan teluk Benoa Bali yang tetap saja diteruskan, pengeboran-pengeboran tambang yang terus digerogoti oleh para korporat-korporat keparat dan sebagainya," tulis PC IMM se-DKI Jakarta, dalam keterangan tertulisnya kepada Visione.co.id.
Pemerintah, kata mereka, justru mendukung agenda-agenda jahat tersebut dengan dalih pembangunan infrastruktur tanpa memperhatikan nasib rakyatnya. Padahal, semuanya jelas-jelas bertentangan dengan amanat konstitusi UUD 1945 Pasal 33 UUD 1945 dan pasal 28 A-E yang didalamnya termaktub tentang kedaulatan ekonomi dan pemenuhan hak-hak asasi setiap warga negara.
"kasus pembunuh Munir sampai hari ini tak kunjung tuntas dan membuahkan hasil dengan hilangnya dokumen temuan Tim Pencari Fakta (TPF). Hal itu membuktikan bahwa pemerintah hari ini tidak serius menangani kasus HAM dengan kata lain enggan memanusiakan manusia," ucapnya.
Selain itu, utang negara yang kian membengkak menjadi salah satu bukti kedaulatan ekonomi Indonesia semakin amburadul. Berdasarkan data faktual, total utang pemerintah Indonesia September 2016 mengalami kenaikan Rp6,53 triliun menjadi Rp3.444,82 triliun.
"78,4% pinjaman berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2.701,03 triliun. Baru-baru ini, pemerintah kembali menghutang sebesar 2,6 triliun dollar untuk mega proyek Danau Toba dan sekitarnya," paparnya.
Baginya, tidaklah heran jika ada anekdot yang menyatakan bahwa bayi di Indonesia saat lahir tangisannya lebih kencang dibanding negara-negara lain. Sebab, hal ini dikarenakan mereka harus menanggung utang negara yang jumlahnya ribuan triliun dollar. Lalu, tidak berlebihan juga jika ada yang mengatakan bahwa generasi Indonesia saat ini adalah generasi pembayar utang.
"Persoalan-persoalan di atas tentunya mengharuskan generasi muda untuk sigap menyikapi. Pada momentum 28 Oktober harus dimaknai sebagai semangat persatuan generasi muda yang diwariskan oleh para pendahulu melalui sumpah pemuda yang dideklarasikan kala itu," pungkasnya.
Dalam momentum ini, PC IMM se-DKI juga meminta pemerintah untuk menghentikan privatisasi air, nasionalisasi aset dan mewujudkan reformasi birokrasi TNI/polri seutuhnya. (rls/frz)

Comment