Ekonomi Kreatif

Senin 22 Februari 2016 | 23:33 WIB

Laporan: Edise

Kekuatan Magis Ekonomi Berbasis Teknologi Aplikasi

Ilustrasi aplikasi ekonomi

Jakarta, visione.co.id - Fenomena tentang aplikasi bisnis dan pendidikan sebuah narasi tentang social innovation, keajaiban teknologi aplikasi, dan kejeniusan ilmu supply chain management mengubah dunia yang semakin instan. Kita seakan terperangah akan kehebatan pendidikan dan yang dimanfaatkan bagi pengembangan kurikulum pendidikan--kekuatan magis teknologi aplikasi--The power of Apps, dengan kekuatan aplikasi laiknya pengetahuan memaksimalkan sambungan internet.

Asumsi aplikasi bisnis dan pendidikan contoh keindahan inovasi sosial berbasis teknologi, bagaimana kekuatan aplikasi (digital apps) bisa dimanfaatkan untuk melakukan transfer of knowledge. Lahirnya smart city, smart village dan e-commerce dari penggunaan aplikasi bisnis dan pendidikan yang bisa diakses secara gratis menunjukan fenomena yang juga lazim terjadi dalam berbagai kisah perubahan korporat (corporate transformation process) dibelahan dunia.

Francis Bacon pada abad ke-15 mengatakan “knowledge is a power”. Bill Gates membuktikan kekuatan ilmu pengetahuan tersebut pada abad ke-20 melalui kemunculan Microsoft. Akhirnya adanya quantum dalam knowledge yang mendongkrak kebangkitan teknologi informasi seperti Intel, IBM, Cisco, Lucent, dan Dell. Peter F. Bahkan Drucker membenarkan pentingnya knowledge yang membawa perubahan besar pada kemajuan dunia modern.

Kita perlu contoh Finlandia, saat awal 1990-an mengalami krisis ekonomi. Kegagalan krisis ekonomi menguatkan struktur sosiologis untuk terus bangkit. Finlandia yang awal mengeluarkan kebijakan ekonomi berbasis sumber daya alam akhirnya merubah kebijakan dengan menjalankan kebijakan pengetahuan berbasis ekonomi.  Salah satunya menyulap nokia--perusahaan swasta telekomunikasi--mampu menjadi motor penggerak proses transisi negara Finlandia dari kebijakan ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi negara dengan kebijakan pengetahuan berbasis ekonomi.

Nokia yang semula memiliki bisnis utama dalam industri kayu dan pulp, kemudian mampu berubah haluan menjadi perusahaan dengan menumbuhkembangkan bisnisnya berbasis telekomunikasi (pengetahuan). Cerita ini menjadi suntikan magis akan kekuatan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Betapa harapan besar tertumpuk pada kekuatan teknologi sebagi basis kekuatan ekonomi. [Edise]

Comment