Opini

Minggu 25 April 2021 | 06:18 WIB

Laporan: Abdul

Mengulik Lebih Dalam Peranan AI di Dunia Kesehatan

Aprilia Agustin (Mahasiswa Teknik Informatika UNPAM)

Oleh:

Aprilia Agustin (Mahasiswa Teknik Informatika UNPAM)

Di era teknologi seperti sekarang, pasti kita sering mendengar tentang AI atau kecerdasan buatan. Akhir-akhir  ini  AI  banyak  mencuri perhatian  masyarakat, karena kecerdasan buatan diperkirakan akan menggantikan beberapa pekerjaan yang sulit dijangkau oleh manusia. Lalu  apa  itu  AI?  AI (Artificial Intelligence)  atau  yang  biasa  kita  kenal  dengan  kecerdasan  buatan merupakan   sebuah  mesin  yang  diciptakan  untuk  bisa  berpikir  seperti  manusia,  mesin  ini berguna untuk melakukan sebuah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia. Secara singkat AI merupakan kecerdasan buatan dimana komputer digunakan sebagai otak dari mesin. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh AI (Artificial Intelligence), yaitu seperti :

1. Memiliki sifat permanen dan tidak berubah, hal ini bergantung pada sistem komputer dan program yang ditanamkan pada mesin.

2. Hasil yang diperoleh lebih cepat dan akurat.

3. Mampu memecahkan masalah yang kompleks.

4. Dengan  menggunakan  AI(Artificial  Intelligence)  mampu  bekerja  tanpa  batas  waktu, karena AI ini tidak mengenal kata lelah dan bosan.

Dalam  dunia  kesehatan  AI  sangat  diperlukan  sekali.  Bagaimana  tidak,  dengan menggunakan  banyak  memberikan kemudahan  bagi tenaga  medis.  AI  merupakan salah satu teknologi yang berperan penting dalam mendesai ulang perawatan kesehatan yang sudah ada. Dengan menggunakan  AI  dapat mempermudah pasien dalam mendapatkan pelayanan medis secara cepat, tepat, dan akurat. Bagi tenaga medis pun  AI berperan sangat penting, antara lain mempercepat penangan pasien, membantu menganalisa penyakit, sebagai perekam jejak medis pasien, serta mampu memberikan resep obat yang sesuai untuk pasien.

Berdasarkan beberapa referensi yang saya dapatkan, terdapat beberapa penerapan umum AI dalam bidang kesehatan, yaitu:

1.  Mengelola rekam medis dan data pasien lainnya

Tahap  pertama  perawatan  pasien  yaitu  pengumpulan  dan  analisis  informasi,  seperti catatan  medis  pasien  dan  riwayat  penyakit  pasien.  Disini  AI  berfungsi  dalam manajemen data pasien, seperti  mengumpulkan, menyimpan,  memformat ulang, dan melacak data pasien guna menyediakan akses yang lebih cepat dan lebih akurat.

2.  Membantu diagnosis, prognosis, dan pengobatan

Untuk tujuan  diagnosis misalmya,  x-ray  dan  CT(Computed Tomography). Contohnya dari gambar paru-paru di berbagai kondisi dapat digunakan dalam meningkatkan model deep learning  yang menjadi bahas diagnosis sebuah penyakit.

3.  Berfungsi dalam penemuan dan pengujian obat baru

Di bidang kesehatan pengaplikasikan AI digunakan untuk mengembangkan diagnosis dan biomarker yang lebih baik. Digunakan untuk mengidentifikasi target obat baru dan merancang obat baru.

4.  Mengoptimalkan proses perawatan pasien

Dalam  kemudahan  memprediksi  suatu  hasil  analisa  pasien,  seperti  rekam  medisnya maka  pasien  akan  mendapatkan  metode  perawatan  yang  lebih  optimal  dan  petugas medis akan lebih efisien dalam melakukan prose perawatan.

5.  Media konsultasi digital

Aplikasi seperti Halodoc merupakan sebuah  platform komunikasi yang memfasilitasi interaksi  antara  dokter  dengan  pasien.  Aplikasi  Halodoc  menggunakan  AI  untuk mereplikasi proses  mentoring serta masukan  yang diterima dokter junior dari dokter yang lebih berpengalaman di rumah sakit, sebuah proses penting untuk meningkatkan kualitas perawatan, tetapi sulit untuk direproduksi dalam skala besar.

Penerapan  AI  diatas merupakan 5 dari sekian banyaknya contoh penerapan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan. Karena sebuah inovasi akan mampu mendorong kemampuan otomatisasi dan juga tenaga kerja digital. Namun, di masa pandemi  covid-19  seperti saat ini, kecerdasan  buatan  juga  sangat  berperan  penting.  AI  diharapkan  mampu  mengurangi kompleksitas penanganan penyebaran virus  covid-19. Dengan adanya  AI  tenaga medis dapat mengolah  data,  menganalisis  data  rontgen  dengan  lebih  cepat,  mendeteksi  kondisi  orang melalui  temperatur  tubuh,  dan  atau  melihat  penggunaan  masker  wajah  di  tempat  umum. Penggunaan  AI  yang  sudah  diterapkan  salah  satunya  adalah  chatbot.  Teknologi  ini  secara otomatis mampu membantu meringankan pekerjaan tenaga medis dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sedang panik akan paparan virus  covid-19. Pemanfaat  AI yang  lainnya digunakan dalam  mengidentifikasi dan  melacak penyebaran  covid-19.  Dengan begini maka pemerintah akan dengan mudah menangani dan mengatasi persebaran virus covid-19  tersebut. Selain itu AI  juga dapat mempermudah proses identifikasi virus pada tubuh pasien.

Hingga saat ini pengembangan AI masih terus dilakukan di berbagai  bidang, khususnya bidang  kesehatan.  Pengembangan  dilakukan  mulai  dari  yang  sederhana  hingga  yang  cukup kompleks.  Dengan  adanya  AI  atau  kecerdasan  buatan  ini  diharapkan  mampu  meringankan pekerjaan  manusia.  Pengembangan  ini  dilakukan  agar  kedepannya  AI  bersifat  membantu pekerjaan  manusia  dan  bukan  menggantikan  manusia  dalam  sebuah  pekerjaan.  Sehingga perkembangan  teknologi  ini  tidak  melenceng  dari  hakikatnya  yang  hanya  membantu  bukan menggantikan,  dan  manfaat  yang  diterima  oleh  manusia  pun  dapat  maksimal  dan  tidak merugikan pihak manapun.

*) Segala isi tulisan yang dikirim oleh penulis sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Comment