Opini

Sabtu 14 Maret 2020 | 14:41 WIB

Laporan: Abdul Latif

Menakar Sekolah Penggerak Ikhtiar Menguatkan Keberhasilan Siswa

Abdul Latif, S.Pd., M.Pd (Dosen FKIP UHAMKA)

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seseoarang, sehingga dengan pendidikan seseorang dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Hal ini sangat bermanfaat bagi dirinya begitu pula untuk Negara Indonesia karena negara bisa dikatakan maju karena berkembangnya pendidikan dalam suatu negara tersebut.

Dalam Taksonomi Bloom menjelaskan bahwasanya tujuan keberhasilan pendidikan dibagi atas tiga ranah yaitu; ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor. Bahwasanya Ranah Kognitif yang mencakup dalam kegiatan mental (otak) yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, evaluasi, dan menciptakan. Dalam hal ini, bawasanya siswa berperilaku untuk menekankan terhadap aspek keilmuan (intelektual) dalam mengingat akan materi yang diajarkan serta memiliki pemahan cerdas dan tanggap dengan apa yang telah di jelaskan oleh gurunya.  

Tujuan yang kedua adalah ranah afektif yang berkaitan dengan menerima, merespon, menghargai, mengorganisasikan, dan memiliki karakter nilai positif. Bahwasanya tujuan yang kedua ini berhubungan dengan karakter berharap siswa agar dapat memiliki rasa perhatian serta berperan aktif dalam segala kegiatan di masyarkat.

Kemudian, ranah yang ketiga adalah ranah psikomotor yaitu ranah dalam melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan serta gerak fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, serta ekspresif dan interperatif.

Dari teori di atas agar tujuan pendidikan menjadi lebih baik dan terarah maka perlu adanya dukungan dari berbagai pihak agar proses pendidikan menjadi lebih maksimal sehingga tujuan yang diharapkan dapat dengan mudah dipelajari, dipahami, serta diaplikasikan oleh siswa dalam bersosial di masyarakat.

Dukungan dalam pendidikan yang sudah kita kenal saat ini yang pertama, dukungan atas dirinya sendiri akan adanya kemauan untuk terus belajar dengan semangat tinggi, walaupun sudah kita ketahui bersama bahwasanya semangat dalam belajar tidak selalu memiliki semangat tinggi adakalanya rasa jenuh menghantui sehingga semangat belajarpun menurun. Walaupun demikian, patutlah kita apresiasi disaat siswa memiliki kemauan untuk belajar.

Dukungan yang kedua akan keberhasilan pendidikan yaitu adanya peran penting keluarga khususnya orang tua di rumah. Dalam hal ini peran keluarga sangatlah penting dalam barometer keberhasilan anak di masa depan, bahwasanya keluarga memiliki waktu yang begitu banyak dalam berinteraksi dengan demikian, keluarga dapat mengetahui sikap dan karakternya dalam kegiatan kesehariannya di rumah maupun dilingkungan. Dikarenakan orang tua memiliki banyak waktu berkomunikasi dan memantau siswa saat di rumah maka orang tua dapat mengarahkan anak kepada hal yang lebih baik yang harus dipelajari dan dilakukan oleh anak begitu juga dalam melarang yang seharusnya tidak oleh dilakukan oleh anak.

Dukungan yang ketiga adalah dukungan dari guru di sekolah, bahwasanya guru memiliki peran penting akan keberhasilan siswa karena guru adalah pengajar yang dapat memberikan materi secara efektik kepada siswa dengan mudah serta guru berperan menjadi pembimbing untuk memberikan pengarahan serta motivasi kepada siswa  guna untuk keberhasilan siswa itu sendiri di sekolah.

Dari penjelasan di atas, pada dasarnya dari dulu hingga saat ini untuk pencapai kesusksesan pendidikan tidak lepas dari peran siswa itu sendiri, orang tua atau keluarga, serta guru di sekolah. Akan tetapi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. atau yang kita kenal Mas Menteri mengenalkan suatu konsep yang dinamakan dengan Konsep Sekolah Penggerak.

Beliau menjelaskan bahwasanya Konsep Sekolah Penggerak adalah “sekolah yang dapat menggerakan sekolah-sekolah lain”. Ciri-ciri sekolah penggerak yaitu kepala sekolah mengerti akan proses pembelajaran siswa dan mampu mengembangkan guru-guru di bawahnya; guru-guru selalu berpihak kepada anak dan mengajar sesuai dengan tahap perkembangan siswa; memiliki siswa-siswa yang berakhlak mulia, independen, mandiri, memiliki naralar kritis, kreatif, gotong royong, dan berkebhinekaan global; komunitas di sekeliling sekolah mendukung proses pendidikan di dalam kelas mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, pemerintah setempat, serta organisasi kemasyarakatan menyokong sekolah dalam meningkatkan kualitas belajar siswa

Dari ciri-ciri di atas bahwasanya Sekolah Penggerak adalah sekolah yang dapat bergerak menuju masa depan lebih baik serta dapat menggerakan sekolah lainnya untuk menjadi panutan, pelatihan, serta inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya. Selanjutnya, sekolah penggerak dapat bekerja sama dengan tokoh masyarakat serta organisasi kemasyarakatan guna untuk mengembangkan daya  kreatif siswa.

Dengan demikian, dengan adanya konsep Sekolah Penggerak diharapkan tingkat pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan lagi atas kerjasama dari berbagai pihak baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah seperti organisasi-organisasi masyarakat yang dapat berkolaborasi dan bergotong royong guna untuk menumbuhkan kader-kader bangsa yang lebih baik.

Penulis adalah Abdul Latif, S.Pd., M.Pd (Dosen FKIP UHAMKA)

TAG BERITA

Comment