Megapolitan

Selasa 22 Oktober 2019 | 20:41 WIB

Laporan: Sarwan

Kuliah Umum FEB-UHAMKA, Pentingnya Penguatan Tren Ekonomi Digital

Sesi Foto Bersama Pemateri Kuliah Umum

Jakarta—Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA menggelar kuliah umum dengan topik Prospek dan Potensi Tren Ekonomi Digital. Kegiatan ini yang dilaksanakan bagi mahasiswa baru dalam merespon hadirnya era digital. Melalui kegiatan yang berlangsung di Aula AR. Fachrudin diikuti sekitar 500 mahasiswa baru. Turut hadir Zulpahmi selaku Wakil Dekan I, Sunarta selaku Wakil Dekan II dan Tohirin selaku Wakil Dekan III, Rabu (22/10/2019)
Acara yang diselingi dengan dengan penandatanganan Mou untuk kerjasama bidang akademik dengan PT. Monsson Academy SAP (System Application and Product in data processing), PT. Ultima Tekno Solusindo (Kerjasama Edukasi Accurate (Software Akuntansi) dan BPRS AL Salaam. Kerjasama ini untuk menguatkan kapasitas Sumber Daya Civitas Akademika FEB-UHAMKA.
Dalam sambutannya Sunarta selaku Wadek II menilai bahwa era sekarang perlunya melakukan penguatan aspek ekonomi digital. Dimana mahasiswa dituntut mampu menciptakan inovasi, karena inovasilah yang ditunggu di masa sekarang. 
“Tren ekonomi digital sangat menarik apalagi soal startup yang lagi asyik digaungi kaum millenial  saat ini. Kami pimpinan FEB-UHAMKA menyambut baik acara kuliah umum ini.” Ungkap Sunarta dalam sambutannya. 
Pada materi pertama dijelaskan Dr. Widi Widodo, SE., M.Si dari Kantor Wilayah DJP Jakarta Timur tentang bijak pajak ekonomi digital. Baginya, pajak digunakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi. Pajak itu digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan negara. 
Kemudian materi kedua dari Rusdi Yanis dari Kantor DJP Pusat menyatakan potensi ekonomi digital akan semakin bagi bila penerimaan pajak meningkat guna membantu pertumbuihan e-commerce.Untuk itu, perlunya kesadaran dalam membayar pajak. 
Lalu, pemateri ketiga, Menurut Muhammad Assad selaku CEO Tamasia (Tabung Emas Syariah), sumberdaya manusia yang andal dan berkualitas merupakan faktor penting untuk menopang perekonomian bangsa, misalnya melalui inovasi dan kreativitas pengembangan start up.  
“Penguatan bagi kaum millenial harus terus digalakan. Untuk itu, peran inovasi sangatlah penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Perlunya inovasi dalam bisnis digital. Misalnya saya, mendirikan perusahaan Tamasia sebagai salah satu pemenuhan demand masyarakat saat ini yang semakin besar. Tabung emas sangat dibutuhkan karena nilainya selalu naik. Emas itu solusi bisa buat mahar dan lainnya.”
Bagi Assad dalam materinya pentingnya peluang usaha digital. Beliau memberikan tips sukses yaitu jadilah yang pertama, jadilah yang berbeda dan jadilah yang terbaik. Lalu modal bisnis digital itu perlu uang, ide, ilmu, jejaring

TAG BERITA

Comment