Pendidikan

Rabu 03 Juni 2026 | 15:04 WIB

Laporan: jupron

Cegah Pencurian Identitas Anak, Dosen Teknik Informatika UNPAM Gencarkan Literasi Digital di PAUD Lily Depok

Dosen Teknik Informatika UNPAM menyampaikan materi tentang risiko jejak digital dan praktik sharenting kepada guru dan orang tua murid PAUD Lily di Depok.

DEPOK – Tim dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Jaga Jejak Digital Anak: Edukasi Risiko Digital dan Sosialisasi PP TUNAS sebagai Panduan Komprehensif bagi Guru dan Orang Tua Murid dalam Melindungi Anak di Era Digital” di Pos PAUD Lily, Pondok Petir, Kota Depok, pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran guru dan orang tua terhadap risiko jejak digital (digital footprint) serta praktik sharenting yang dapat mengancam privasi dan keamanan anak di era digital.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu dihadiri oleh Ketua Yayasan PAUD Lily, Kepala Sekolah, para pendidik, staf sekolah, serta orang tua murid. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan semakin tingginya perhatian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak di ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Ketua tim PkM, Farizi Ilham, M.Kom., bersama anggota tim Wiwin Winarti, M.Kom. dan Halili Maar, M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media digital oleh anak-anak serta masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai keamanan data pribadi dan dampak jangka panjang jejak digital.

“Banyak orang tua yang belum menyadari bahwa foto, video, maupun informasi pribadi anak yang diunggah ke internet dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus. Karena itu, edukasi mengenai keamanan digital perlu diberikan sejak dini kepada guru maupun orang tua sebagai pendamping utama anak,” ujar Farizi dalam pemaparannya.

Program Dilaksanakan dalam Tiga Tahap

Untuk memastikan tujuan kegiatan tercapai secara optimal, tim PkM menyusun program melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan.

Pada tahap persiapan, tim melakukan koordinasi dengan pihak PAUD Lily guna mengidentifikasi kebutuhan peserta terkait literasi digital. Selain itu, dilakukan asesmen awal terhadap tingkat pemahaman guru dan orang tua mengenai keamanan digital, penyusunan modul pelatihan berbasis kebutuhan peserta, serta penyiapan berbagai sarana dan prasarana pendukung kegiatan.

Tahap kedua merupakan pelaksanaan program inti. Sebanyak 25 orang tua mengikuti workshop bertajuk “Bijak Sharenting”, sedangkan 10 guru dan staf sekolah mengikuti pelatihan khusus mengenai keamanan digital dan perlindungan data anak.

Dalam sesi pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung berupa simulasi pengaturan privasi media sosial, pendampingan penyusunan kebijakan privasi sekolah, konsultasi individu terkait keamanan digital keluarga, hingga monitoring penerapan pengaturan keamanan pada perangkat yang digunakan sehari-hari.

Selanjutnya, pada tahap pelaporan, tim melakukan evaluasi terhadap capaian program, menyusun laporan kegiatan, menyerahkan dokumen kebijakan privasi dan buku saku kepada pihak PAUD Lily, serta menyiapkan publikasi ilmiah sebagai salah satu luaran kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Empat Materi Utama Menjadi Fokus Edukasi

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan melalui empat materi utama yang dirancang secara bertahap dan aplikatif.

Materi pertama membahas mengenai jejak digital (digital footprint) dan dampaknya dalam jangka panjang. Peserta diajak memahami bahwa setiap aktivitas yang dilakukan di internet, baik berupa unggahan foto, video, maupun komentar, akan meninggalkan rekam jejak yang dapat memengaruhi identitas digital seseorang di masa depan.

Materi kedua mengulas risiko sharenting dan cara mencegahnya. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi ancaman yang muncul akibat penyebaran informasi pribadi anak secara berlebihan di media sosial. Risiko tersebut meliputi pencurian identitas, penyalahgunaan data pribadi, eksploitasi konten anak, hingga ancaman keamanan lainnya.

Materi ketiga berfokus pada pengaturan privasi media sosial. Peserta belajar membedakan akun publik dan akun privat, memahami konsekuensi dari setiap pengaturan privasi, serta mempraktikkan cara membatasi akses audiens terhadap unggahan yang dibagikan di media sosial.

Adapun materi keempat berupa sosialisasi Panduan PP TUNAS, yang memberikan panduan komprehensif bagi guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan ramah anak. Melalui panduan tersebut, peserta memperoleh berbagai rekomendasi praktis mengenai perlindungan data pribadi serta pendampingan anak dalam menggunakan teknologi digital.

Mendorong Budaya Digital yang Aman

Farizi Ilham menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan peserta, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam penggunaan teknologi digital.

“Kami menargetkan adanya peningkatan literasi digital guru dan orang tua secara terukur, berkurangnya praktik sharenting yang berisiko, tersedianya kebijakan privasi resmi di lingkungan PAUD, serta terciptanya ekosistem digital yang lebih aman bagi anak-anak,” jelasnya.

Menurutnya, perlindungan anak di era digital membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan edukasi semacam ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga data pribadi dan privasi anak.

Lebih lanjut, tim PkM berharap PAUD Lily dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya dalam menerapkan kebijakan perlindungan data dan keamanan digital.

“Melalui kebijakan privasi yang telah disusun bersama serta buku saku yang kami serahkan, kami berharap PAUD Lily dapat menjadi model percontohan bagi PAUD lain di wilayah Pondok Petir dan sekitarnya dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak,” tambah Farizi.

Antusiasme Peserta Warnai Kegiatan

Kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi individu dan penyerahan dokumen kebijakan privasi secara simbolis kepada Kepala Sekolah PAUD Lily. Pada sesi tersebut, para orang tua tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai batasan etis dalam membagikan foto anak di media sosial, pengaturan keamanan akun digital keluarga, hingga cara mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak.

Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa isu perlindungan anak di ruang digital semakin mendapat perhatian dari masyarakat. Kesadaran ini menjadi modal penting dalam membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab sejak usia dini.

Kegiatan PkM ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang secara rutin dilaksanakan oleh dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang. Melalui berbagai program pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat, UNPAM terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi digital masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak di era transformasi digital.

Comment