Pendidikan
Minggu 12 April 2026 | 13:07 WIB
Laporan: Alif
Pendidikan Biologi FKIP Uhamka Bangun Wawasan Calon Guru melalui Alumni Pakar Kurikulum Cambridge
Pendidikan Biologi FKIP Uhamka Bangun Wawasan Calon Guru melalui Alumni Pakar Kurikulum Cambridge
Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan kegiatan BIO-TEACH TALKS dengan mengusung tema Becoming a Relevant, Critical, and Inspirational Biology Teacher, Sabtu (11/04).
Kegiatan BIO-TEACH TALKS menghadirkan alumni Pendidikan biologi Angkatan 2016 dalam memberikan penguatan kepada para mahasiswa Pendidikan Biologi Uhamka yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Biologi Uhamka mengenai penerapan Kurikulum Cambridge di dalam kurikulum pembelajaran di sekolah melalui pembedahan studi kasus kelompok, sebagai implementasi dari SDGs 4 Pendidikan Berkualitas.
Kegiatan dihadiri oleh Rizkia Suciati slaku Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP Uhamka, Chika Amalia Azhari selaku alumni Pendidikan Biologi FKIP Uhamka yang merupakan pakar kurikulum Cambridge di MAN 4 Jakarta, dan para mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Uhamka.
Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UHAMKA, Dr. Rizkia Suciati, menegaskan bahwa di era sekarang, penguasaan konten semata sudah dianggap usang, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dan kreatif.
”Dunia pendidikan yang semakin kompleks menuntut mahasiswa untuk terbiasa dengan pendekatan kontekstual dan kolaboratif sejak dini. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya menjadi pengajar, melainkan menjadi penggerak perubahan di dunia pendidikan,” ucap Riizkia.
Bagi Chika, guru biologi masa kini wajib memiliki tiga DNA utama. Pertama adalah relevansi, yakni kemampuan memahami kebutuhan unik Gen Z dan Gen Alpha. Kedua adalah nalar kritis, di mana guru harus mampu mengajak siswa bertanya "mengapa" alih-alih sekadar menghafal nama latin yang menjemukan. Terakhir adalah aspek inspiratif, yakni menjadi sosok yang mampu menggerakkan hati siswa, bukan sekadar pemberi tugas. Menurutnya, guru biologi bukanlah kamus berjalan, melainkan fasilitator yang harus mampu menjelaskan isu bioteknologi hingga krisis iklim dengan cara yang seru dan masuk akal.
Dalam pemaparannya, Chika Amalia Azhari menyampaikan bahwa Guru Biologi harus dapat menguasai tiga DNA utama dalam mewujudkan sistem pembelajaran yang kolaboratif dan menarik bagi para siswa.
” Pertama adalah relevansi, yakni kemampuan memahami kebutuhan unik Gen Z dan Gen Alpha. Kedua adalah nalar kritis, di mana guru harus mampu mengajak siswa bertanya "mengapa" alih-alih sekadar menghafal nama latin yang menjemukan. Terakhir adalah aspek inspiratif, yakni menjadi sosok yang mampu menggerakkan hati siswa, bukan sekadar pemberi tugas, karena guru merupakan fasilitator” pungkas Chika.
Acara yang diakhiri dengan sesi foto bersama ini meninggalkan pesan kuat bagi seluruh peserta. Melalui BIO-TEACH TALKS, gap antara teori di bangku kuliah dan realita kurikulum internasional di lapangan berhasil dijembatani dengan apik. Uhamka sedang menunjukkan arah baru: bahwa wajah masa depan guru biologi adalah mereka yang adaptif, berani berpikir kritis, dan terus menginspirasi.
Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.

Comment