Pendidikan

Rabu 11 Januari 2023 | 15:45 WIB

Laporan: Alif

Uhamka Bangun Pembelajaran Berbasis Kolaborasi melalui MoU dengan UMMAH

dokumentasi uhamka

Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) dalam penguatan akademik dan non akademik  telah melakukan berbagai kolaborasi, diantaranya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) di Ruang Sidang A Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP Uhamka), Rabu (11/1).

Acara ini turut dihadiri oleh Prof Gunawan Suryoputro selaku Rektor Uhamka, Lelly Qodariah selaku Wakil Rektor III Uhamka, Purnama Syae Purrohman selaku Kepala Unit Kerja sama Uhamka, Pahman Habibi selaku Kepala Divisi Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri Uhamka, begitupula Muharrir Asy’ari selaku Rektor UMMAH.

Prof Gunawan Suryoputro selaku Rektor Uhamka menyampaikan bahwa kiprah yang Uhamka lakukan sebagai perguruan tinggi ialah kolaborasi. Ia juga mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) perguruan tinggi harus memberlakukan pembelajaran dan pengembangan berbasis kolaborasi.

“Alhamdulillah pada hari ini Uhamka resmi bermitra dengan UMMAH untuk terus maju bersama sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Pada MoU ini akan kami lakukan berbagai kolaborasi diantaranya riset dosen, pertukaran mahasiswa, KKN Internasional dan lainnya.  Insya Allah melalui MoU ini akan menciptakan pembelajaran dan pengembangan berbasis kolaborasi,” tutur Prof Gunawan.

Muharrir Asy’ari selaku rektor UMMAH mengatakan bahwa Mendikbudristek baru memberikan Surat Keputusan Izin Penggabungan kepada Ummah pada 28 Maret 2022 lalu sehingga UMMAH baru bergabung di Mendikbudristek hampir 1 semester. Sedangkan, Surat Keputusan (SK) Rektor UMMAH baru dilantik oleh Haedar Nashir selaku Ketua Umum Persyarikatan Muhammadiyah pada Juli 2022 lalu. Dengan demikian, pihak UMMAH masih sangat memerlukan binaan dan didikan agar dapat meraih akreditasi mulai tahun 2023 ini.

“Tentu kami harus mendorong proses ini karena pada September 2023, kami sudah harus meraih akreditasi untuk program studi S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, serta Profesi Ners. Selain itu, pada tahun 2024 yang akan datang kami juga sudah harus meraih akreditasi program studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas),” ujar Muharrir.

Oleh karena itu, Muharrir berharap dengan adanya MoU ini menjadikan Ummah dapat bergabung dalam penelitian pengabdian masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Prof Gunawan beserta jajarannya yang sudah memfasilitasi MoU ini sebagai jalan untuk merealisasikan apa yang tertuang di dalam MoU ini yakni dapat bergabung dalam penelitian pengabdian masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional,” harap Muharrir.

Comment