Daerah

Senin 06 Juli 2020 | 14:08 WIB

Laporan: Wira Hadi jaya

SUHU POLITIK SEMAKIN NAIK, PARTAI-PARTAI SRGERA TENTUKAN KOALISI

Pendidikan Politik

Imam Hidayat adalah seorang pemudapemerhati politik di Kabupaten Bandung, Beliau menyampaikan kajiannya, ujarnya: Membaca peta politik yang hari ini hangat diperbincangkan di Jawa barat khususnya potensi peta politik di kab bandung, ada beberapa perkembangan peta koalisi yang mana partai berkuasa Golkar hari ini kemungkinan besar menyatakan koalisi dengan Gerindra dan PKB dan posisi yang di usung menunggu hasil konvensi partai Golkar seperti kita ketahui ada 4 peserta konvensi partai Golkar, ada Nia Dadang Naser (istri Bupati), Deding Ishaq, Dadang supriatna dan yoga Santosa. Dan ketika melihat kaca realitas yang ada menurut pengamatan saya yang berpeluang dari hasil konvensi Golkar otomatis ibu Kurnia Agudtin Naser yang notabene istri dari Bupati incumben, dan dari hasil ini akan mengarah siapa sosok calon yang akan diusung oleh koalisi Golkar yaitu Gerindra dan PKB Beralih pada partai yang telah bersepakat koalisi yaitu PKS dan Demokrat dimana PKS sudah memunculkan nama H gungun Gunawan (wkl Bupati) sebagai calon Bupati usungan PKS dan menunggu hasil penjaringan partai Demokrat dengan usungan beberapa nama yg mengikuti penjaringan, hanya ada hal yang menarik dari proses penjaringan ini selain Ketua DPC Demokrat H endang ada sosok H. Ade Abdul Aziz ketua DPW Laskar ASWAJA Jabar yang merupakan seorang politisi dari kalangan Nahdliyyin (NU). NU hari ini menjadi perebutan suara dikancah politik kab. Bandung karena hampir 60% pemilih kab. Bandung adalah warga Nahdliyyin dipilkada tahun2 sebelumnya NU memiliki peranan penting didalam menentukan kemenangan pilkada kab. Bandung. Ketika kita melihat posisi PKS dan Demokrat  yang mengusung Gugun sebagai calon bupati, maka akan sangat ideal apabila posisi wakil bupati di usung dari kalangan Nahdliyyin yang memiliki basis militan, karena stigma PKS yang hari ini sebagai partai Islam yang mewakili basis islam perkotaan dan modern akan sangat tepat apabila disandingkan dengan kader NU yang memiliki basis Kyai kampung dengan jamaah yang fatsun terhadap titah kyainya, selain H. Aziz muncul juga dari kalangan Demorat yaitu mantan kapten Persib yaitu Atep, kita melihat posisi Atep yang justru hari ini digadang gadang berpotensi menjadi wakil dari sosok Hj. Yena dari PDIP, posisi ini menarik untk diamati karena ketika Demokrat telah melakukan penjaringan ditengah jalan muncul seorang Atep. Pertanyaan saya apakah Atep akan mampu mendongkrak dan meyakinkan pemilih di kab Bandung ? Posisi ini agak riskan apabila Demokrat mengambil sebuah manuver untuk mengusung Atep Pada posisi selanjutnya ada Nasdem yang mengusung Syahrul Gunawan sebagai calon wakil bupati yang sampai hari ini belum mendapatkan koalisi partai karena menyisakan Nasdem dan PAN yang berkemungkinan juga ada gambaran bersanding dengan yena dari PDIP Kab Bandung cukup menarik untuk diamati, pengamat sendiri akan memberikan sebuah analisis apabila terjadi sebuah pasangan koalisi yang dipasangkan Antara Nia dengan usungan koalisinya Atau PKS dengan Demokrat yang di usung Gungun. Manarik dengan posisi H Aziz yang hari ini menjadi perebutan arah koalisi Pada akhirnya siapapun yang akan menjadi pemimpin di kab Bandung semoga membawa kemaju

Comment