Politik

Sabtu 24 Nopember 2018 | 16:50 WIB

Laporan: admin

Penyelenggara Pemilu Harus Menjaga Harkat Martabat

poto : humas KPU

Visione – Dalam meningkatkan kapasitas penyelenggara Pemilu, KPU menyelenggarakan kegiatan Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota 2018-2023 Gel VI. Banyak pesan disampaikan pembicara pada sesi kedua, Rabu (21/11/2018). Hadir sebagai pembicara Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Harjono dan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menegaskan komitmen lembaganya mengawasi pemilu agar berlangsung langsung, umum, bebas rahasia,  jujur dan adil (luber jurdil). Sementara Pembicara Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Harjono berpesan pentingnya menjaga harkat dan martabat penyelenggara,

Harjono menjelaskan betapa pentingnya posisi penyelenggara dalam pemilu. mantan hakim konstitusi itu menyebut tugas ini sebagai sesuatu yang mulia. "Ini pekerjaan mulia sekali, prinsipnya mulia (menjaga) kepada pemilik suara," ucap Harjono.

Harjono juga berpesan kepada peserta orientasi tugas untuk menjalankan amanah penyelenggaraan pemilu dengan sebaik-baiknya. Para penyelenggara pemilu harus bekerja dengan kode etik dalam mengemban jabatan ini. "Menjadi penyelenggara harus didasari misi yang bagus, bukan cuma mencari pekerjaan. Dan pekerjaan yang begitu profesional meletakkan kepercayaan kepada penyelenggaranya biasanya ada kode etik. Seperti profesi dokter, pasien datang menyerahkan kesembuhan penyakitnya pada dokter. Begitu juga advokat/pengacara," tambah Harjono. 

Sementara itu, Rahmat Bagja menyampaikan hasil Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019 agar dapat menjadi peringatan bagi jajaran penyelenggara. Rahmat Bagja juga menegaskan kesiapan lembaganya mengawasi penyelenggaraan pemilu agar berlangsung luber dan jurdil.

Pada kesempatan itu, Bagja juga berpesan agar penyelenggara memahami posisinya dan tidak melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Terutama soal pilihan politik. "Apapun preferensi bapak/ibu, jangan diungkapkan di medsos. Karena bapak/ibu adalah penyelenggara," pungkasnya. (sumber : humas KPU)

Comment