Nasional

Rabu 21 Nopember 2018 | 14:17 WIB

Laporan: Sholeh

DPP IMM Dukung Keputusan Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Pilpres.

Ketua umum DPP IMM Najih Prastiyo

Jakarta, visione.co.id--Ketua umum DPP IMM Najih Prastiyo mengeluarkan pernyataan terkait ayahanda Amien Rais yang akan "menjewer" Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir apabila membebaskan warga Muhammadiyah untuk memilih siapa saja dalam pilpres, April mendatang. DPP IMM menilai, pernyataan yang dikeluarkan oleh Pak Amien bertentangan dengan semangat khittah yang pernah digagas dalam muktamar Muhammadiyah tahun 1971 di Makassar yang menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak terikat dengan partai politik apa pun dan menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik. Dan kemudian ditetapkan lagi pada tanwir Muhammadiyah pada 2002 di Denpasar Bali yang secara prinsip menegaskan Muhammadiyah berbeda dengan partai politik. Di Khittah Denpasar juga ditegaskan kalau ada hal-hal yang genting, Muhammadiyah menjalankan peran sabagai interest groups, kelompok kepentingan, atau menyampaikan opini, atau mendesakkan sikap Muhammadiyah. 
"Kami pertegas bahwa Muhammadiyah sesuai dengan Khittah tidak dukung mendukung pasangan calon seperti halnya partai politik," ujar Najih di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah tadi sore (20/11/2018).
Najih mengatakan, sepemahaman kami, di dalam khittah Muhammadiyah, tidak ada anjuran Muhammadiyah harus melakukan penyeragaman pilihan politik dalam perhelatan pilpres. Sebab, jika sampai fatwa dikeluarkan, dikhawatirkan Muhammadiyah akan terseret ke dalam pusaran politik praktis yang kontraproduktif bagi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah. Bila dukung-mendukung dilakukan lalu apa bedanya Muhammadiyah dengan tim sukses ataupun parpol pendukung calon presiden?" ungkapnya.
Sekali lagi, Muhammadiyah adalah rumah bersama bagi seluruh elemen bangsa itu. Oleh Karena itu, DPP IMM mendukung sikap ayahanda Ketua Umum PP Muhammadiyah yang menjaga netralitas Muhammadiyah dan tetap berada di tengah sebagai ummatan wasathan (tengahan), yaitu dengan tidak memberi dukungan kepada salah satu capres. Siapa pun yang akan terpilih menjadi presiden, kami yakin Muhammadiyah tetap akan menjadi mitra kritis pemerintah.

Comment