Politik

Rabu 09 Maret 2016 | 14:33 WIB

Laporan: Amir Fiqi

Ini Saran Akbar Agar Partai Golkar Menang Pilkada Serentak

Akbar Tanjung, Politikus Senior Partai Golkar

Jakarta, Visione.co.id- Partai Golkar akan kembali mengalami kekalahan telak pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 jika munas rekonsiliasi Partai Golkar tak terlaksana sebelum 2016. Pasalnya pada Juni 2016 sudah dimulai dilakukan tahapan pelaksanaan Pilkada 2017. Demikian disampaikan oleh politikus senior Partai Golkar, Akbar Tanjung di Jakarta, Rabu (9/3). 

"Jika ini terjadi maka Golkar tak akan siap menghadapi pilkada, Kekalahan telak bisa terjadi seperti pada pilkada 2015," Katanya.

Akbar tidak menginginkan Partai Golkar sebagai Partai yang memperoleh suara tertinggi dalam Pemilihan Umum menjadi partai yang pecundang dalam gelaran pilkada serentak nanti. Maka itu, Mantan Ketua Umum Partai Golkar periode 1998-2004 mendesak agar segera ditetapkan Munas rekonsiliasi guna menyelamatkan partai.

Kendati Aburizal Bakrie dan Agung Laksono telah menyepakati waktu pelaksanaan munas rekonsiliasi Partai Golkar akan dilaksanakan pada 27 Mei 2016 mendatang. Tetapi, itu sangat rentan tidak bisa terwujud. Akbar beralasan bahwa keputusan tersebut belum ada keputusan formal dalam partai.  Maka itu, Ia mendesak pelaksanaan munas rekonsiliasi harus diputuskan dalam rapat pleno.

"Tapi formalnya harus diputuskan melalui rapat pleno. Karena keputusan yang paling kuat saat dalam rapat pleno. Karena itu seyogianya rapat pleno harus segera dilakukan,"jelasnya.

Menurut mantan Ketua DPR RI itu, munas rekonsiliasi tersebut harus dijadikan momentum untuk kembali menyatukan seluruh kader Partai Golkar yang mengalami konflik selama hampir dua tahun. Lanjutnya, munas rekonsiliasi harus mengakomodir seluruh kader. Maka penyelenggara munas adalah SK Menkumham yang memperpanjang kepengurusan hasil munas Riau.

"Kepengurusan Partai Golkar produk munas Riau dalam penyelenggaraannya. Itu jelas semangatnya rekonsiliatif," ujarnya.

TAG BERITA

Comment