Opini

Sabtu 03 April 2021 | 09:57 WIB

Laporan: Abdul

WISATA DALAM GENGGAMAN

Fransiscus Budi Mulyanto (Mahasiswa TI UNPAM)

Oleh : Fransiscus Budi Mulyanto (Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang)

Perkembangan pesat dunia pariwisata tak lepas dari kemajuan teknologi. Era digital merubah wawasan dan cara pandang perilaku wisatawan dalam berwisata. Perjalanan wisata yang biasanya dilakukan secara berkelompok baik secara organisasi, study tour atau gathering tidak banyak dilakukan dewasa ini. Perjalanan wisata kini banyak di dominasi perjalanan pribadi atau perjalanan kelompok kecil seperti keluarga maupun kelompok gabungan dari setiap individu yang berbeda.

Canggihnya perangkat digital seperti smartphone dapat memberikan informasi bagi wisatawan untuk memulai mencari destinasi wisata. Destinasi wisata yang mereka cari pun bisa lokasi wisata yang sudah populer atau yang belum. Dalam hal ini adalah lokasi wisata yang tidak banyak di garap oleh travel agen. Selain itu, wisatawan juga dapat melakukan aktifitas seperti berswafoto, mengupdate perjalanannya, atau membagikan pengalaman berwisatanya melalui aplikasi dalam smartphone mereka.

Masih dengan smartphone mereka, wisatawan juga dapat melakukan perencanaan perjalanannya mereka sendiri. Memesan tiket pesawat, menyewa mobil, memesan penginapan atau hotel, rute perjalanan, restaurant terenak hingga mendapatkan ulasan lokasi wisata mana yang sedang hits. Dengan smartphone segalanya menjadi mudah bagi wisatawan merencakan liburannya. Saat ini tersebar berbagai aplikasi yang dapat membantu wisatawan dalam merencanakan liburannya seperti Trip Advisor yang tentu saja sudah tidak asing bagi wisatawan.

 Trip Advisor merupakan platform terbesar di dunia yang memberikan ulasan dan opini mengenai destinasi wisata, akomodasi, restoran, pengalaman hingga maskapai penerbangan. Wisatawan dalam membandingan harga terendah untuk hotel, tiket pesawat, tiket kapal, memesan paket tour dan objek wisata. Bagi wisatawan yang ingin pergi ke suatu daerah, Trip Advisor akan memberikan ulasan secara detail. Dimulai dengan sejarah, letak geografis, keunikan, destinasi yang wajib di kunjungi, tempat makan, sampai dengan adat istiadat, kesenian dan budayanya.

Tak hanya wisatawan, bagi pelaku bisnis pariwisata juga dapat menggunakan platform Trip Advisor sebagai sarana promosi yang cukup efektif. Melalui platform ini pengusaha dapat memasarkan produk jasanya kepada wisatawan dan dapat berinterkasi dengan wisatawan. Semakin banyak wisatawan memberikan ulasan positif maka akan semakin baik performa pengusaha dimata wisatawan sehingga memberikan dampak positif bagi keberlangsungan usahanya. Pelaku bisnis dapat juga memberikan tanggapan terhadap ulasan wisatawan apabila ulasan tersebut mengandung ulasan yang negatif, dengan begitu permasalahan yang terjadi dapat diketahui secara umum dan diselesaikan secara baik dan diketahui oleh wisatawan. Hal ini untuk menjaga kepercayaan wisatawan terhadap jasa yang diberikan oleh pelaku bisnis.

“Studi Alur Pembelian” comscore tahun 2017 mengevaluasi perilaku online terkait wisata dimulai dari pencarian informasi hingga pembelian mendapatkan hasil 60% pengguna mencari informassi dan memesan secara online telah mengunjungi Trip Advisor dan 74% pengguna melakukan pemesanan di situs web penyedia akomodasi setelah mengunjungi Trip Advisor. Atas hasil tersebut dengan komunitas yang  besar dan saling terkaitnya antara wisatawan dan pelaku bisnis, kehadiran Trip Advisor dapat membantu wisatawan mengoptimalkan perjalanannya. Dan, pelaku bisnis dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada wisatawan sesuai dengan standart pelayanan, fasilitas serta kenyaman bagi wisatawan. Sinergi keduanya akan berjalan dengan baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Berpusat di Needham, MA, USA Trip Advisor hadir di 49 negara dan mengakomodasi 29 bahasa didalam platformnya. Hadirnya Trip Advisor tentu saja menjadi hal yang sangat diperlukan bagi wisatawan, namun sangat disayangkan adalah belum adanya platform digital nasional yang memberikan hal seperti yang Trip Advisor berikan. Platform digital nasional masih terbatas pada perilaku jual dan beli antar pebisnis dan wisatawan tanpa menghadirkan pengalaman yang di dapat wisatawan sesaat menggunakan jasa pelaku usaha. Wisatawan hanya dapat menggunakan forum portal untuk berbagi pengalaman baik itu pengalaman positif maupun negatif.

Teknologi di dunia pariwisata harus jujur. Teknologi harus menjembatani perubahan perilaku yang semakin hari semakin menuntut profesional kerja. Profesional bagi pelaku wisata dalam menghadirkan pelayanan maksimal serta memberikan sarana dan fasiitas sesuai dengan apa yang di promosikan. Bagi wisatawan pun perlu kecermatan dalam memilih dan membeli, perlu dibekali banyak pengetahuan dan ulasan dari wisatawan lainnya sehingga tidak muncul permasalahan di kemudian hari.

Menghadirkan teknologi sepertinya halnya Trip Advisor namun berskala nasional, baik pelaku wisata dan wisatawan harus sama – sama mau untuk di kritik. Kritikan pun harus dilakukan dengan akal sehat tanpa berniat menjatuhkan pelaku bisnis. Pelaku bisnis pun juga mau menerima kritikan jika salah dan lebih memilih meyelesaikannya secara baik – baik. Yang perlu digaris bawahi adalah hindarilah suatu ulasan atau review dari pesaing bisnis yang tentunya bertujuan untuk menjatuhkan pesaingnya.

Tantangan mendewasakan pariwisata lewat teknologi menjadi tanggung jawab semua pihak. Pemerintah, pelaku wisata dan wisatawan harus sama – sama bersinergi mewujudkan pariwisata yang ramah, aman dan menyenangkan lewat sebuah teknologi. Teknologi dalam pariwista diharapkan mampu memberikan kemudahan baik untuk wisatawan dalam merencanakan perjalanan dengan baik, bagi pelaku wisata memberikan kemudahan penyampaian informasi sehingga jasa yang ditawakan dapat di kenal. Wisata dalam genggaman teknologi yang memudahkan dan meyenangkan dapat menjadikan berwisata aman dan nyaman.

*) Segala isi tulisan yang dikirim oleh penulis sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Comment