Opini

Kamis 22 Desember 2016 | 16:43 WIB

Laporan: Rihma Widya Hastuti

Mempertahankan Rupiah

Rihma Widya Hastuti

Ibarat sebuah negara, pertahanan merupakan faktor utama untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Suatu negara tidak akan bisa mempertahankan eksistensinya dari ancaman baik dalam negeri maupun luar negeri apabila belum mampu untuk mempertahankan diri dari ancaman tersebut. Oleh karena itu hakikatnya negara dengan harkat dan martabat suatu bangsa, dengan adanya pertahanan yang kuat (postur pertahanan bagus) menjamin kelangsungan hidup warga negaranya. Apabila pertahanan negara dikorelasikan dengan rupiah maka sama saja.

Melihat kondisi rupiah terhadap dollar saat ini, mengutip data Bloomberg 2016 rupiah sedang berada titik tertinggi untuk tahun ini yaitu pada posisi 15.120 atau melemah 45 poin. Dapat kita lihat dari data tersebut kondisi rupiah semakin melemah. Hal ini dikarenakan pertahanan rupiah terhadap dollar melemah, masalah ini disebakkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Dari faktor internal senndiri seperti rendahnya tingkat ekspor indonesia, meningkatnya tingkat inflasi serta kondisi politik dalam negeri. Sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh naiknya suku bunga The Fed, trade war atau perang dagang China dengan Amerika Serikat serta krisis di negara Argentina.

Jika tidak segera ditolong maka akibatnya akan fatal. Masyarakat menerima dampak melemahnya rupiah seperti menaiknya harga produk yang menyebabkan keresahan masyarakat. Contoh riil tersebut merupakan gambaran dari akibat melemahnya rupiah.

Ketika hal ini dibiarkan tanpa ada tindakan dari pemerintah maka akan timbul rasa kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah. Oleh sebab itu untuk membangun pertahanan rupiah yang kuat diperlukan tindakan seperti meningkatkan ekspor, menghimbau agar masyarakat tidak mengimpor barang untuk saat ini, menekan biaya produksi daripada menaikkan harga. Dengan melaksanakan kegiatan diatas secara optimal maka pertahanan rupiah tidak akan goyah.

TAG BERITA

Comment