Pendidikan

Senin 08 Juni 2020 | 08:18 WIB

Laporan: Daan

Dosen Prodi Sekretari Unpam Lakukan Pengabdian Kepada Masyarakat pada Yayasan Darul Furqon Ramadhan Bogor

Penyuluhan dan Pemberian Santunan oleh Tim PKM

Pandemi Covid-19 yang telah lama membuat masyarakat terkungkung aktivitasnya tidak menyurutkan semangat Dosen D3 Sekretari  melakukan PKM ( Pengabdian Kepada Masyarakat. PKM yang di Ketuai Oleh Bapak Mohamad Anwar, S.H., M.H dilaksanakan di  Yayasan Darul Furqon Ramadhan Bogor Kampung Bulak Segar RT 002/07 Desa Cibandung ,Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. PKM dilaksanakan dalam rangka memenuhi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang dosen untuk menjalankan Tridarma Perguruan tinggi dan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan Prosedur- prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Acara dipandu oleh Bapak Turkamun, S.H., M.H. selaku pembawa acara.

Selain melaksanakan PKM, Tim dosen juga melakuakn bakti sosial dengan memberikan paket sembako dan santunan yang di serahkan kepada pihak yayasan langsung yang dipimpin oleh Bapak Zaki Zainal Arifin S.S., M.Pd untuk diberikan untuk Santri dan warga sekitar. Dalam Sambutanya Ketua Yayasan Darul Furqon Ramadhan Mengucapkan beribu Terima kasih atas kesedian dan waktu luanganya dengan tetap berkunjung di tengan Polemik Covid-19 dan mengikuti prosedur- prosedur kesahatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Kami sangat bersyukur dengan kedatangan tim Dosen dari Unpam, terlebih lagi beliau-beliau memberikan bantuan kepada kami, kami akan menyalurkan kepada yang membutuhkan disekitar tempat kami.” Ujarnya kepada Visione. (Minggu,7/06/2020).

Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat kali ini mengambil Tema “Implementasi Nilai Pancasila Dalam Membangun Kesatuan Bangsa Ditengah Polemik Covide-19”, yang Disampaiakn Oleh Bapak Pendi Ahmad, S.H., M.H Dosen D3 Sekretari Universitas Pamulang Selaku Narasumber. “Kegiatan kami adalah memberikan pemahaman kepada peserta tentang implementasi nilai-nilai Pancasila ditengah Pandemi Covid-19, karena disaat-saat sulit seperti ini persatuan dan kesatuan bangsa sangat dibutuhkan”. Ungkap Pendi kepada Visione.

“Pentingnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila terhadap masyarakat diperlukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengurangi kontak fisik dan pergi keluar rumah merupakan salah satu hal yang termasuk dalam menerapkan nilai pancasila. Pancasila sebagai dasar negara dan juga sebagai ciri khas bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dalam aktivitas masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari serta dalam menangani sebuah masalah. Karena nilai material yang ada dalam Pancasila merupakan bagian dari sifat dan pribadi bangsa Indonesia”.Tambahnya.

Ditempat yang sama Ketua PKM Mohammad Anwar mengatakan Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga kini belum memberikan sinyal kapan akan berakhir. Covid-19 bukan hanya menjadi tantangan bagi tumbuh dan berkembangnya Indonesia, tetapi juga seluruh negara yang ada di dunia. Pemerintah Indonesia telah mengamanatkan kepada semua masyarakat untuk mengurangi kegiatan dari luar rumah yang menyebabkan banyak terjadinya kontak fisik. Hal itu dilakukan agar korban yang terjangkit Covid-19 tidak bertambah selama maraknya penyebaran virus yang terjadi di sebagian besar daerah di Indonesia.

“Ideologi dan falsafah hidup Kita yaitu Pancasila, saat ini sungguh sedang diuji kepada seluruh bangsa Indonesia di seluruh pelosok tanah air Kita. Jika Kita sungguh-sungguh mengakui ketauhidan Tuhan Yang Maha Kuasa seperti pada sila pertama Pancasila, maka Kita seluruh bangsa Indonesia harus betul-betul ikhlas dan tawakal menerima musibah dan wabah Virus Corona ini sebagai bagian dari ketentuan dan takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika Kita tidak bisa menerima semua ini sebagai sesuatu yang diluar kekuasaan dan nalar Kita sebagai manusia biasa, maka hanya akan ada 2 kemungkinannya, Kita bisa mengalami pecah pembuluh darah di otak atau sakit jiwa”. Imbuhnya.

“Jika Kita bangsa Indonesia betul-betul memiliki rasa dan kepekaan sebagai manusia yang adil dan beradab seperti dalam sila kedua Pancasila, maka inilah saatnya Kita membuktikannya. Apakah Kita sudah adil dan sungguh beradab, jika Kita tidak bisa menahan diri untuk tidak sering keluar rumah apalagi berkumpul dalam keramaian, supaya tidak memperparah penularan dan penyebaran virus Corona? Kesadaran untuk mewujudkan sila kedua Pancasila dalam masa pandemi tingkat dunia ini, sekaligus juga membuktikan eksistensi dari sila ketiga yakni persatuan Indonesia. Bangsa Indonesia sungguh-sungguh diuji persatuannya dalam menghadapi ujian yang tidak mudah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sekarang ini.” Tambahnya kemudian.

“Semua anak bangsa Indonesia adalah masyarakat yang beragama, baik Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu. Semua masyarakat Indonesia mengakui Tuhan Yang Maha Esa. Dengan pengakuan adanya Tuhan Yang Maha Esa, tentu kita mengakui kebesaranNya, dan apabila kita menghadapi masalah, selain kita berupaya melakukan usaha – usaha mengatasinya, dengan kesadaran kita akan meminta pertolongan Tuhan. Dan dengan kesadaran itu pula mari kita semua meminta pertolongan kepada Tuhan YME melalui doa sesuai agamanya masing-masing, supaya wabah Virus Corona / covid19 ini cepat teratasi dan tidak ada lagi dampak yang ditimbulkan, Negara kita Indonesia cepat terbebas dari Virus corona / covid19.” Pungkasnya.

Kegiatan PKM memberikan manfaat bagi semua pihak,  tim pengabdi mendapatkan pengalaman  tentang pengimplementasian nilai-nilai pancasila. Para pengurus Yayasan memahami bagaimana cara pengimplementasian nilai-nilai pancasila pada santri. Warga menjadi lebih mengenal tentang Universitas Pamulang baik visi, misi, maupun kegiatan kemitraan dengan masyarakat sehingga image yang muncul sangat positif. Di samping itu manfaat lainnya adalah Universitas mendapatkan sasaran untuk menjalin kerjasama baik dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat maupun Penelitian. Di akhir kegiatan Pengabdian Masyarakat ini  ditutup denga foto bersam oleh pimpinan yayasan, santri,warga sekitar dan dosen D3 Sekretari Universitas Pamulang. (DH)

Comment