Opini

Jumat 08 Mei 2020 | 10:32 WIB

Laporan: Patria Adhistian

Traffic Data Internet PSBB vs Mudik Lebaran dan Pengaruhnya Bagi Pelajar

Patria Adhistian, ST, MM Dosen Teknik Industri, Universitas Pamulang

Pendidikan salah satu faktor yang terdampak yang paling besar dalam masa pandemik covid-19, di Indonesia hampir sekitar 7,5 juta Mahasiswa dan 45 Juta pelajar tidak lagi belajar di sekolah ataupun universitas, belum lagi faktor ekonomi yang terdampak langsung ke masyarakat menengah ke bawah. Hampir banyak pemutusan kerja dan PHK oleh beberapa perusahaan imbas dari pandemik Covid ini, sehingga akan mempengaruhi ekonomi keluarga dan mungkin banyak dari orang tua yang tidak lagi membayar uang SPP atau uang Pendidikan bulanan, karena pendapatan berkurang. karena harus mencukupi kebutuhan primer terlebih dahulu dibanding kebutuhan tertier.

Dalam Masa PSBB ini Internet sangat dibutuhkan karena banyak pengguna pasti memanfaatkan remote aplikasi ataupun pembelajaran jarak jauh. Peralatan komunikasi seperti laptop, smartphone, menambah kesenjangan yang semakin tajam dalam dunia Pendidikan. Semua pembelajaran yang semula dilakukan secara on-site menjadi online semua. Transformasi dunia Pendidikan 100% berubah total dan mengalami perubahan drastis. Hal ini biasa dialami 50% dari pelajar dan mahasiswa yang berasal dari masyarakat berpenghasilan menengah kebawah, bisa jadi dalam masa pandemik jumlahnya lebih dari itu.

Pembelajaran online jarak jauh dirasa berat oleh dosen, guru, pelajar dan mahasiswa, bukan hanya masalah perilaku atau pola pembelajarannya, ekonomi dari orang tua juga harus mendukung. Karena internet menjadi fasilitas utama dalam pembelajaran online, disalah satu sisi internet di Indonesia masih tergolong mahal, rata-rata masih diatas Rp 3/ MB. Belum lagi masalah infrastruktur pembangunan fasilitas telekomunikasi sehingga mempengaruhi coverage dan jangkauan wilayah areanya apakah masuk ke dalam area tercakup internet atau tidak. Dan juga banyaknya user koneksi dimasing-masing BTS area sudah pasti menjadi kendala slow access-nya userdalam mengakses internet.

Di sisi lain, dalam hal ini penyedia layanan internet provider (ISP) sudah ada program CSR (Corporate social Responsibility) dimana menyediakan kerjasama dengan penyedia layanan internet pendidikan ke sekolah-sekolah atau universitas dalam memberikan akses internet gratis untuk layanan web pembelajaran online dari sekolah / universitas. Sektor telekomunikasi menjadi bagian penting, grafik yang menunjukan banyak pelanggan dari ISP menggunakan layanan internet sejak 13 Maret 2020 dan kenaikan tiap hari sekitar 4,3% (sumber data dari salah satu penyedia layanan internet)

Tercatat ada penawaran dari penyedia Internet Telkomsel dengan penawaran 60GB perbulan dengan cloudX nya, Indosat dengan 30GB perbulan, XL dengan 2G per hari untuk mengakses website Universitas / Sekolah. Sehingga para pelajar/mahasiswa tidak dibebani pemakaian data pembelajaran online. Semua penawaran ini menanggapi keputusan pemerintah dalam menaggapi keputusan pemerintah tentang pandemik virus corona. XL Axiata dengan slogannya #dirumahlebihbaik, telkomsel dengan slogannya #dirumahterusmaju dan indosat dengat hastagnya #belajardirumah. Dari semua provider telekomunikasi juga manambahkan beberapa akses pembelajaran ke beberapa aplikasi online dan web seperti kelas pintar, udemy, zenius, Ruang Guru, Quipper, Sekolahmu.com, dan Rumah Belajar.

Awal-awal masa pandemic atau disebut WFH (work from home) atau SFH (study from home) pada pertengahan bulan maret 2020, traffic data internet dibeberapa penyedia layanan internet naik tiap harinya dari 3%-4% tiap harinya dibanding dengan hari biasa. Dan untuk hari biasa normal, taffic paling tinggi sekitar jam 6-10 malam, semenjak WFH lonjakan traffic internet berubah pattern dan periode jamnya menjadi jam 10 pagi sampai 8 malam. Hal ini memang banyak penggunakan internet bukan hanya dari kalangan mahasiswa atau pelajar, namun dari beberapa pegawai perusahaan yang menerapkan remote access atau WFH.

Dalam masa yang berdekatan yaitu masa mudik lebaran dimana tiap tahun juga mengalami lonjakan traffic data internet. Namun dalam masa PSBB kali ini, kenaikan data internet sudah mulai pada sebelum Ramadhan atau 20 April kemaren. Data yang disampaikan salah satu operator telekomunikasi (XL), kenaikan traffic lebaran dimulai dari yang biasanya lonjakan traffic data internet H-7 atau lebaran kurang 7 hari sebesar 10% dibandingkan hari biasa. Bagi mahasiswa yang merantau belajar di luar kota, momentum ini memang dijadikan waktu untuk pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang tua sekaligus mendukung keputusan pemerintah PSBB dan pandemic virus covid-19, namun tetap menggunakan pembelajaran online dari daerah asal dan bertemu keluarga.

Oleh karena itu, masa pandemik ini menjadi pembelajaran bagi semua baik pelajar atau mahasiswa, orang tua, guru atau dosen, penyedia Lembaga Pendidikan, maupun faktor eksternal baik perusahaan atau pemerintah. Bahwa Pendidikan ini penting, Pendidikan tidak hanya diserahkan kepada pihak Lembaga Pendidikan atau guru/dosen, karena dengan Pendidikan, pelajar atau mahasiswa bisa menjadi penerus pembangunan negara ini. Semua kalangan ikut andil dalam membangun Pendidikan, tidak lepas juga dengan teknologi dalam hal ini internet. Tidak adanya Pendidikan, teknologi tidak akan tercipta. Dan semoga masa pandemik dapat kembali seperti normal, sehingga pembelajaran bisa kembali ke sekolah atau universitas dan bertatap muka langsung antara guru dan murid.

*) Penulis adalah Dosen Universitas Pamulang

Comment