Aspirasi

Sabtu 09 Nopember 2019 | 14:07 WIB

Laporan: Faruk Rosidin

Kelurahan Di Tengah Kejamnya Kawasan Perindustrian

Pencemaran Lingkungan Kelurahan Rawaterate, Kecamatan Cakung,

Kelurahan Rawaterate, Kecamatan Cakung, merupakan suatu daerah pemukiman yang terdapat di Kota Jakarta Timur. Kelurahan Rawaterate ini terletak ditengah-tengah hiruk pikuknya enam pabrik, diantaranya adalah pabrik mahkota,sentra,podastil,mitsubishi, baja besi, dan aneka gas. Gemuruh bisingnya suara pabrik sudah menjadi layaknya konser musik sehari hari dan polusi debu jalanan sudah menjadi layaknya makanan sehari hari bagi masyarakat sekitar.

Penulis berkesempatan datang langsung ke kawasan Rawaterate untuk menganalisis kelurahan tersebut. Menurut salah satu tokoh masyarakat sekitar, penulis menyebutnya dengan panggilan Engkong Budiman, beliau mengatakan "disini (Rawaterate) dulunya keadaannya berbeda jauh dengan sekarang, dulu disini penuh dengan pohon dan sawah layaknya pedesaan, dan disini adalah tempat bersejarah dan di depan kita itu adalah bekas Benteng VOC zaman kolonial Belanda. Tapi sekarang malah habis oleh pabrik-pabrik".Tegas kakek kelahiran 1941 itu katakan.

Rawaterate yang dulunya merupakan kawasan yang asri akan keindahan alam dengan tumbuhan-tumbuhan serta sawah-sawah yang udaranya bisa dengan nyaman dinikmati tapi kini menjadi tidak bisa dengan nyaman lagi dinikmati akibat kejamnya dunia peindustrian. Menurut data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Kota Jakarta Timur (2019) menjadi kota dengan peringkat kedua tertinggi yang memiliki tingkat pencemaran udara di DKI Jakarta dengan total 81 poin dari 100 poin yang paling tinggi nilai pencemarannya.

Udara yang merupakan sumber kehidupan penting bagi manusia guna keberlangsungan bernafas merupakan suatu kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap individu manusia. Secercak harapan kerap kali muncul bagi warga sekitar untuk kembali bisa merasakan nikmatnya menghirup udara segar disetiap harinya, karena setelah beberapa tahun lalu setelah enam pabrik itu berdiri masyarakat sekitar sangat kesulitan untuk menghirup udara yang segar. Akibat dari pencemaran udara dikawasan perindustrian tersebut hampir setiap bulannya ditemukan anak-anak atau orang dewasa mengalami infeksi saluran pernapasan bahkan sampai menimbulkan kematian.

Salah satu warga Rawaterate yang penulis temui yaitu Ibu Asep, beliau merupakan warga pemukiman yang sudah menetap sejak 1979, ia merupakan salah satu dari beberapa keluarga korban kematian akibat pencemaran udara, kala itu suaminya meninggal dunia tiga tahun lalu akibat penyakit paru-paru yang dideritanya semenjak pabrik-pabrik didirikan di kawasan tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk permasalahan yang tentunya tidak ingin kembali terulang.

Kasus yang diterima oleh Ibu Asep merupakan satu diantara penyebab-penyebab pencemaran lingkungan yang lain. Permasalahan udara, polusi, dan pencemara air merupakan permasalahan yang belum kunjung terselesaikan sampai saat ini.

Dengan berbagai macam permasalahan yang ada di Kelurahan Rawaterate ini menandakan perlu adanya solusi dan penyelesaian masalah yang harus segera diselesaikan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang merupakan organisasi mahasiswa Islam yang salah satu basis gerakakannya diarahkan kepada humanitas/masyarakat tentu tidak boleh diam begitu saja setelah mengetahui permasalahan tersebut. Pimpinan Cabang Ikatan mahasiswa Muhammadiyah Jakarta Timur merasa tersentuh dan prihatin akibat adanya kasus-kasus yang ada. Oleh sebab itu kader-kader PC IMM Jakarta Timur dituntut untuk bisa menganalisis permasalahan dan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan pencemaran lingkungan di Kelurahan Rawaterate.

Setelah proses analisis dilakukan, memang benar kondisi di kelurahan tersebut banyak sekali ditemukan kasus pencemaran lingkungan yang didapatkan akibat kejamnya pabrik-pabrik yang berdiri mengelilingi kawasan tersebut. Mulai dari akibat kendaraan-kendaraan truk besar yang mengangkut tanah, limbah produksi,ketidaksesuaian tinggi selongsong pembuangan asap dan bocornya filter pembuangan asap, kali yang tidak mengalir akibat tertutupnya akses aliran kali, serta tidak adanya irigasi dikawasan tersebut menjadi catatan penting untuk mencari solusi yang akan diberikan guna meminimalisir permasalahan.

Suku Dinas Lingkungan Hidup (SUDIN LH) yang mempunyai peranan penting dalam menangani kasus lingkungan hidup sangat dinantikan perannya dalam hal kasus ini. Oleh karena itu, PC IMM Jakarta Timur berinisiatif untuk menemui SUDIN LH guna mengaudiensikan permasalahan- permasalahan yang ada di rawaterate. Dengan diadakannya audiensi ini diharapkan nantinya ditemukan solusi dan titik terang bersama untuk mengatasi kasus pencemaran lingkungan hidup tersebut dengan cara terjun langsungnya SUDIN LH ke lokasi. Adapun tindak lanjut jangka panjang yang ditawarkan oleh kader-kader IMM Jakarta Timur adalah menuntut pabrik" yang beroperasi harus sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang ada minimal pembuangan limbah yang sesuai, penyedian irigasi dan diharapkan adanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan disetiap bulannya, karena hal yang paling sering dijumpai dari analisis yang dilakukan tidak adanya peran pemerintah dalam melakukan tindakan observasi kesehatan.

Permasalahan kemasayarakatan merupakan permasalahan ikatan, sesuai dengan salah satu poin nilai dasar ikatan bahwasannya Kader IMM merupakan inti masyarakat utama, yang selalu menyebarkan cita-cita kemerdekaan, kemulian dan kemaslahatan masyarakat sesuai dengan semangat pembebasan dan pencerahan yang dilakukan Nabiyullah Muhammad Saw. Jelas bahwa kader-kader IMM harus senantiasa mengabdikan dirinya untuk kepentingan rakyat dalam kasus ini adalah pencemaran lingkungan yang diderita oleh warga Rawaterate. Sesungguhnya kita tidak hanya sedang menyaksikan konflik fisik baik dalam bentuk perang maupun model kekerasan fisik lainnya, tapi juga kita sedang menyaksikan kejahatan kemanusiaan dalam bentuk kekerasan politik, kekerasan ekonomi, kekerasan kebijakan, dan kekerasan moral yang berimplikasi pada terdzoliminya hak-hak kemanusiaan yang seharusnya mencapai cita-citanya yang adil dan beradab. (Amirullah, 2016).

Penulis adalah Faruk Rosidin, kader IMM Jakarta Timur

Comment