Nasional

Sabtu 19 Januari 2019 | 12:52 WIB

Laporan: Sholeh

Resolusi 2019 DPP IMM: Membumikan Nalar Gerakan Membela Kaum Mustad'afin

DPP IMM

Jakarta,visione.co.id -- Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyelenggarakan diskusi Resolusi 2019 denga tema "Membangun Kemandirian, Membumikan Nalar Gerakan" di aula KHA Dahlan PP Muhammadiyah, Sabtu (5/1). Acara tersebut dihadiri oleh ketua umum dari periode ke periode, turut hadir IMMawan Gunawan Hidayat (2000-2002); IMMawan Amiruddin (2006-2008); IMMawan Djihadul Mubarak (2012-2014); IMMawan Beni Pramula (2014-2016); dan IMMawan Ali Mutohirin (2016-2018).

IMM sebagai organisasi kader memiliki problematika mendasar yang harus terselesaikan. Alumni IMM harus menjadi bagian dan memiliki peran utama dalam membangun bangsa dan negara. Namun saat ini, menurut Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo, dikarenakan alumni IMM belum maksimal berkerja untuk kebangsaan dan kenaegaraan.

"Kita harus sadari, bahwa Alumni IMM belum bergerak secara optimal dan memerankan diri secara luas untum membangun bangsa dan negara," tutur Najih Prastiyo saat memberikan sambutan acara Resolusi 2019.

Untuk mampu bersaing memerankan diri membangun bangsa dibutuhkan komitmen yang jelas dalam membangun bangsa yaitu dengan memperkuat arus kaderisasi IMM. Kaderisasi yang kuat dan berkualitas akan menghadirkan kualitas kader yang memiliki kapabilitas dan kapasitas yang mampu memerankan diri dalam membangun bangsa dan negara. Selain itu, menurut Najih, dibutuhkan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan juga rasa empati sesama anak bangsa.

"Kaderisasi adalah kunci untuk melahirkan kader-kader yang berkualitas dan berintegritas. Kemudian pemanfaatan teknologi Informasi dan menumbuhkan rasa empati. Rasa empati penting karena dengan empati sesama anak bangsa akan tumbuh rasa saling menghargai dan tolong-menolong," kata Najih.

IMM diharapkan menjadi organisasi kader yang mampu melahirkan ribuan kader yang mampu memerankan diri untuk membangun bangsa dan negara. (Ari/Sho)

TAG BERITA

Comment