Pendidikan

Jumat 03 Agustus 2018 | 15:04 WIB

Laporan: Adisti

BI Corner FEB-UHAMKA Kaji Pelemahan Kurs Rupiah Terhadap Dolar US

Sessi economic open discussion yang mengangkat tema “Mengatasi Fluktuasi Kurs”.

Jakarta, visione.co.id--Pada hari Jumat, 3 Agustus 2018 di perpustakaan FEB UHAMKA digelar acara economic open discussion yang mengangkat tema “Mengatasi  Fluktuasi Kurs”. Acara dilatar belakangi program event yang di adakan oleh BI Corner Voluntunteer, yang dimana di UHAMKA diwakilkan oleh Mardiana dan Adisty Ammarwaty mahasiswi semester 4 program studi Akuntansi.

Acara yang dihari oleh 22 audience meliputi perwakilan dekanat dan perwakilan Pengurus BI Corner Volunteer. Acara ini menghadirkan pemateri Ibu Ambarsari Dwi Cahyani., ST., MM yang merupakan salah satu dosen FEB-UHAMKA, dengan latar belakang pendidikan mendapatkan gelar S1 Teknik Industri di ITB tahun 1999, Gelar Magister Manejemen di Prasetya Mulya Bussiness School tahun 2006, dan sedang menempuh program Doktoral di Fakultas Ekonomi UI.

Rangkaian acara di mulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.

Dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana yang disampaikan oleh Mardiana, dimana dia menyampaikan tentang laporan acara dengan memberikan pengenalan secara singkat tentang manfaat dan fungsi dari BI Corner.

“Acara ini diharapkan agar dapat memperkenalkan BI Corner FEB-UHAMKA kepada civitas akademika disekitar kampus.” Ucap Mardiana saat memberikan sambutan dihadapan peserta, Jum’at (03/08/2018).

Selanjutnya sambutan dari perwakilan dekanat yang di sampaikan yadi Nurhayadi selaku Kaprodi Ekonomi Islam. Bagi beliau, penyebab kenaikan nilai mata uang rupiah yang pada saat ini sedang mengalami pelemahan.

Selanjutnya acara inti, pada awal pembicaraannya Ibu Ambarsari memaparkan penyebab yang membuat Dollar beperngaruh besar terhadap rupiah. “Nilai Dollar US menjadi ajuan pergerakan kurs rupiah dikarenakan oleh berbagai hal yaitu karena sebagian besar transaksi kegiatan ekonomi di Indonesia menggunakan Dolar AS dan utang luar negeri Indonesia mayoritas menggunakan mata uang Dolar AS.” Papar Ambarsari kandidat doktor UI.

Selain itu, tambah Ambarsari, posisi rupiah terhadap Dollar mengalami pelemahan yang disebabkan oleh adanya faktor ekternal dan faktor internal. Pada akhir pembahasan, pemateri membahas strategi yang dapat digunkan untuk mengatasi pelemahan rupiah. Strategi pertama yaitu dengan memperkuat fundamental industri manufaktur yang bernilai tambah dengan membangun industri barang modal, bahan baku, dan industri dasar. Strategi kedua yaitu dengan sinergi kebijkan BI dan Pemerintah, yaitu dengan investasi pada valas, melakukan intervensi di pasar sekunder Surat Berharga Negara untuk meredam fluktuasi nilai tukar rupiah, menaikkan suku bunga acuan dan menggunakan cadangan devisa untuk stabillitas kurs. (Adisti)

Comment