Pendidikan

Senin 23 Juli 2018 | 14:45 WIB

Laporan: Sumiati

Mengenalkan Bahasa Inggris Dimulai Dari Guru Sekolah Dasar

pelatihan Bahasa INggris Bagi Guru SD

akarta, visione.co.id--Pada saat ini, kemampuan berbahasa Inggris merupakan suatu hal yang penting yang juga merupakan  “kebutuhan dasar” yang wajib dikuasai agar memiliki daya saing baik secara nasional maupun internasional.  Hal ini disampaikan Dr. Syaadiah Arifin M.Pd selaku Dosen Pascasarjana UHAMKA. Baginya, pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi kemajuan suatu bangsa, maka pemerintah Indonesia telah mewajibkan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah formal, yaitu tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

"Di tingkat sekolah dasar pengajaran bahasa Inggris diberikan secara opsional. Artinya, pengajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar merupakan kebijaksanaan dari sekolah masing-masing." ungkapnya dalam sesi materi. Senin (23/07/2018).

Pada program kemitraan masyarakat kali ini materi yang akan diberikan adalah strategi-strategi pengerjaan tes Toefl. Pelatihan singkat ini diberikan selama 2 hari dari tanggal 12-13 Juli 2018. Sasaran utama program ini adalah guru-guru SD/SMP/SMA terutama guru-guru bahasa Inggris di bawah naungan Perguruan Islam Muhammadiyah 13 Tomang. Peserta yang akan mengikuti pelatihan 20 orang. Berdasarkan interview yang sudah dilaksanakan sebelumnya, hanya 6 guru dari 20 guru yang pernah mengerjakan tes Toefl. Beberapa guru tersebut mengambil tes Toefl pada saat mereka masih dibangku kuliah. Dari hasil interview juga terungkap beberapa guru tertarik untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itulah mereka sangat membutuhkan pelatihan Toefl untuk mengetahui strategi-strategi dalam mengerjakan Toefl.

Syaadiah Arifin menambahkan kendala utama yang dihadapi para guru/peserta dalam menegerjakan tes Toefl adalah mereka tidak begitu memahami cara mengerjakan soal-soal TOEFL secara efektif, dan strategi-strategi apa saja yang dapat membantu mereka dalam mengerjakan Toefl tersebut. Disamping itu fasilitas untuk mengerjakan Toefl yang kurang memadai dan keterbatasan waktu untuk berlatih Toefl.

Di SMA Muhammadiyah 13 Tomang Jakarta Barat tidak terdapat pembelajaran Toefl. Hal ini memang sesuai dengan kurikulum pendidikan. Namun  dipandang perlu untuk mengenalkan Toefl kepada para peserta didik khususnya peserta didik tingkat terakhir atau kelas XII SMA karena para siswa/ siswi ini akan mengejakan soal-soal bahasa Inggris di Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dimana pola soal Listening dan Reading memiliki kesamaan dengan pola pada soal Toefl. Disamping itu para peserta didik ini diharapkan memiliki kesiapan memasuki perguruan tinggi maupun dunia kerja. Saat ini nilai Toefl dipertimbangkan untuk mendapatkan pekerjaan dan di terima di perguruan tinggi tertentu.  Diharapkan pelatihan ini tidak saja memberikan manfaat bagi para guru tetapi juga bagi para siswa, dengan cara mentransfer startegi-strategi pengerjaanToefl yang telah didapat kepada para siswa.

Pelatihan di hari pertama diberikan strategi-strategi Toefl, contoh soal dan latihan-latihan. Hari kedua pengulangan dari materi yang diberikan sebelumnya, setelah itu para peserta mengerjakan tes Toefl (Complete Toefl Test). Metode pelatihan yang digunakan adalah melalui ceramah, diskusi, dikombinasikan dengan pertanyaan- pertanyaan, latihan-latihan soal setiap jenis skill di Toefl. Metode ini dipilih untuk menyampaikan konsep-konsep yang penting untuk cepat dimengerti dan dikuasai oleh peserta pelatihan karena materi diberikan relatif padat meliputi: listening, structure, dan reading. “Diharapkan dengan mengetahui startegi-strategi pengerjaan Toefl yang efektif, peserta dapat medapatkan ide yang kreatif untuk mengerjakan soal-soal Toefl dan juga dapat membuka wawasan peserta yang belum pernah mengambil Toefl mengenai strategi-strategi pengerjaan soal-soal Toefl.” tutupnya.

Comment