Politik

Senin 08 Mei 2017 | 18:59 WIB

Laporan: Amir Fiqi

Berpolitik untuk Kepentingan Rakyat

Istimewa.

Jakarta- Terpilih menjadi anggota senator dari daerah pemilihan Provinsi Nusa Tenggara Barat  periode 2014-2019 tidak pernah terbayang dalam hidupnya. Baginya dalam menjalani hidup harus mengikuti filsafat air yang selalu mengalir dan memberikan  manfaat bagi  mahluk yang lain. Dan yang terpenting untuk mencapai asa yang diimpian harus meninggalkan sikap ambisius. Karena sikap inilah akan mendorong manusia untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai asa yang mereka impikan.

Menjadi senator bukanlah sebuah jabatan untuk membanggakan diri. Namun jabatan merupakan amanat yang harus dijalankan sepenuh hati untuk mendapatkan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa. Maka itu, segala tugas menjadi wakil rakyat, khususnya bagi provinsi Nusa Tenggara Barat dijalani dengan sepunuh hati.

Segudang tugas yang telah dia lakukan, antara lain mendengarkan aspirasi rakyat, mengawal janji pemerintahan Jokowi-JK dan mengembangkan potensi yang di miliki oleh provinsi Nusa Tenggara Barat dijalani dengan sepenuh hati.  Baginya menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat Indonenesia, khusunya masyarakat Nusa Tenggara Barat  merupakan kepuasan baginya.

Visione.co.id berkesempatan langsung mewawancarai Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Suhaimi Ismy di ruang kerjanya komplek DPD RI Senayan, Jakarta, Jumat (5/5). Berikut petikan wawancaranya;    

Apa prinsip hidup Anda sehingga mampu menghantarkan anda hingga di posisi saat ini?  

Hidup harus selalu menekankan upaya dan doa untuk memperjuangkan diri kita, keluarga dan masyarakat. Namun hal tersebut tentunya harus sejalan dengan kaidah agama dan hukum positif yang berlaku di negeri ini.

Selain itu hidup juga harus senantiasa optimis dalam meraih sebuah asa. Tapi untuk meraih asa kita tidak boleh menjadi pribadi yang ambisius. Karena pribadi yang ambisius akan menghalalkan segala cara untuk meraih impiannya.

Siapa yang menjadi inspirasi dalam kehidupan Anda? 

Saya kira semua yang ada di keluarga saya. Seperti nenek, kakek dan orang tua tentunya. Meskipun orang tua saya hanya petani biasa, namun mereka senantiasa menanamkan kepada diri saya untuk menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dan orang tua selalu mendidik saya dengan penuh kasih sayang. Karena mereka memiliki keyakinan bahwa anak merupakan amanat Allah yang harus dipelihara dan didik untuk menjadi pribadi yang sukses dan beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Maka itu orang tua saya memiliki prinsip agar anak-anaknya harus lebih baik dan terpelajar dari mereka.

Selama tiga tahun menjabat sebagai anggota DPD RI, apa yang telah Anda lakukan? 

Sudah banyak yang kami lakukan, tentunya berdasarkan kewenangan dan fungsi DPD. Fungsi kita hampir sama dengan DPR, antara lain legislasi, pengawasan dan Bugeter.

Menjalankan fungsi pengawasan saya sebagai Badan Akuntabilitas Pubik apa yang telah saya lakukan terakhir kali adalah menyelesaikan sengketa antara perusahaan perkebunan dan koperasi milik masyarakat di Pekan Baru, Riau.

Hal yang sama juga kami  lakukan di Provinsi NTB dengan menyelesaikan sengketa tanah berupa tambak  yang luasnya kurang lebih 580 hektar antara masyarakat nelayan, perbankan dan perusahaan.  Kasus ini sudah berlangsung selama 25 tahun. Namun atas kerja keras semua pihak pada Februari 2017 semua pihak menyadari. Dan hasilnya masyarakat sangat puas karena lahan tambak tersebut kembali kepada mereka dengan catatan saling menguntungkan untuk semua pihak dan diikat dengan komitmen bersama. Dan tentunya bisa menyelesaikan masalah-masalah sengketa di atas DPD memiliki andil yang besar. Inilah  merupakan kepuaasan bagi kita semua sebagai wakil rakyat yang duduk di DPD.

Saat kami melakukan reses, kami bener-benar menyerap aspirasi masyarakat. Aspirasi yang mereka sampaikan kami tindak lanjut dengan menyalurkan kepada institusi-institusi  yang berkompeten untuk menuntaskan masalah masyarakat secara andil untuk masyarakat. Disamping  itu kami juga mengawal janji-janji pemerintah yang sudah disampaikan di muka umum yang belum terealisasikan.

Apakah hal diatas sudah berjalan sesuai harapan?

Alhamdulillah berjalan. Misalnya kita mengawal percepatan pembangunan kawasan ekonomi khusus di Mandalika Resort. Sekarang sudah galak-galaknya dikerjakan. Padahal pada masa pemerintahan SBY ground breakingnya sudah dilakukan kemudian macet.

Kemudian kita membantu pemerintah dan masyarakat dalam arti yang luas untuk melakukan pengawasan-pengawasan adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi baik di daerah maupun di institusi lain baik di tingkat pusat maupun daerah. Yang data awalnya dari pemeriksaan BPK.

Prinsip kami adalah maksimal berbuat untuk mewakili daerah yang mengutus kami, dan masyarakat Indonesia pada umumnya sesuai dengan kewenangan yang ada. Walaupun kita masih sayangkan DPD yang merupakan lembaga tinggi negara belum sepenuhnya diberikan kewenanan oleh DPR sesuai dengan aturan perundang-undnagan yang ada maupun keputusan MK yang memberikan penguatan kelembagaan itu.

Bagaimana Anda menjalin komunikasi dengan masyarakat? 

Sebagai anggota DPD kita tidak wakil dari kelompok tertentu, partai tertentu dan gelongan tertentu. Maka itu kita harus  menjaga idependensi DPD.  Hal tersebut menjadi modal untuk membangun komunikasi dengan masyarakat.  Karena kita benar-benar dalam posisi netral dan idependen, maka tidak ada kendala dan kesulitan dalam melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak. Baik dengan ormas, partai bahkan dengan lintas agama/ etnis.

Potensi apa yang harus dikembangkan di provisni Nusa Tenggara Barat?

NTB sekarang lagi gencar-gencarnya memperjuangkan pariwisata. Karena NTB termasuk satu diantara sepuluh destinasi wisata prioritas nasional. Dan satu hal yang membanggakan NTB adalah pengakukan dunia, NTB menjadi  desniasi wisata halal.  

Selain itu NTB dikenal sebagai sentra mutiara nasional. Karena hampir diseluruh pantai di Lombok dan Sumbawa budidaya mutiara itu sangat berkembang pesat. Dari segi pertanian dengan dikembangkannyaargiculture di Lombok Tengah semakin melengkapi penguatan NTB di bidang ekonomi untuk kesejahteraan masyarakatnya. 

Apa yang didorong oleh DPD agar SDA itu menjadi berkah bagi masyarakat?

Tentunya kita dorong semua pihak. Baik pemerintah dan masyarakat. Kalau berbicara pariwisata dan pembangunan tentu yang sangat prinsip dan harus diketahui bersama dan menjadi tanggung jawab bersama adalah keamanan.

Investor tidak akan datang jika suasana tidak kondusif. Tidak cukup kita menyatakan diri  kita adalah masyarakat yang ramah. Yang ada harus ada pembuktian dengan aksi nyata. Maka itu yang perlu ditekankan adalah kekompakan dalam kebersamaan dalam satu pemahaman bersaama akan pentinggnya tanggung jawab bersama di bidang keamanan. Masyarakat tidak boleh menggantungkan harapan  keamanan hanya kepada pemerintah dan aparatur saja.

Aparatur kita dorong untuk melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan masyarakat sehingga tidak ada jurang pemisah antara mereka. Aparatur tidak memungkinkan untuk bisa menjaga seluruhnya kalau tidak didukung masyarakat.

Bisa diceritakan apa tantangan terberat saat Anda menjabat sebagai Badan Kehormatan DPD? 

Dituntut pada posisi ini adalah kematangan emosional. Selain itu harus bijaksana dan mempunyai pemikiran serta pertimbangan yang panjang dalam melihat kasus yang sedang ditangani.. Dengan kata lain anggota BK tidak boleh terkontaminasi dengan emosi-emosi. Karena mungkin teman satu daerah atau kelompok.  Yang dibutuhkan benar netral, objektif dan memiliki pertimbangan dan pandangan yang luas untuk mengambil sebuah kesimpulan. Bagi saya ini adalah tugas yang  berat.

Oleh karena itu dibuhkan pertukaran. Kurang  bagus kalau terlalu lama di BK karena bisa saja terjangkit dengan subjektivitas. Ini tidak boleh terjadi karena kita akan mengambil sebuah keputusan terhadap sangsi yang akan dijatuhkan.

Maka saya cukup 2,5 tahun saja. Maka saya perlu ada pergantian untuk anggota dan pimpinan BK yang baru yang lebih fresh, bijak dalam mengambil keputusan.

Comment